Kamis, 04/06/2026
Kamis, 04/06/2026
Ilustrasi pengidap TBC. (Foto: OpenAI/Surya)
Kamis, 04/06/2026

Ilustrasi pengidap TBC. (Foto: OpenAI/Surya)
Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus memperkuat upaya penemuan kasus tuberkulosis (TBC) sebagai bagian dari target eliminasi penyakit tersebut dalam beberapa tahun ke depan.
Pemerintah saat ini tidak hanya berfokus pada naik-turunnya angka estimasi kasus, tetapi juga pada kemampuan menjangkau dan menemukan penderita agar dapat segera memperoleh pengobatan serta penanganan yang tepat.
Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan jumlah kasus TBC yang digunakan pemerintah merupakan angka estimasi yang telah disusun hingga 2030 dan dilaporkan kepada Kementerian Kesehatan.
Menurutnya, estimasi kasus TBC di Kaltim pada 2026 berada di kisaran 21 ribu kasus. Angka tersebut diproyeksikan meningkat secara bertahap hingga mencapai sekitar 23 ribu kasus pada 2030.
“Yang kita lakukan sebenarnya adalah estimasi. Estimasi itu sudah disampaikan sampai tahun 2030. Angkanya bertahap naik dari sekitar 21 ribu hingga 23 ribu kasus,” ujar Jaya, Kamis (4/6/2026).
Jaya menegaskan proyeksi tersebut bukan berarti terjadi lonjakan nyata kasus TBC setiap tahun. Estimasi dibuat berdasarkan perhitungan epidemiologi dengan skenario rendah, sedang, dan tinggi, sementara pemerintah menggunakan skenario menengah sebagai acuan.
Karena itu, indikator keberhasilan program pengendalian TBC tidak semata-mata diukur dari jumlah estimasi kasus, melainkan dari seberapa banyak penderita yang berhasil ditemukan dan mendapatkan penanganan.
“Saat ini, kita masih berupaya meningkatkan cakupan penemuan kasus yang berada di kisaran 56 hingga 60 persen dari total estimasi yang ada,” ucapnya.
Lebih lanjut, jika mengacu pada target nasional, pemerintah menargetkan penemuan hingga 90 persen dari total estimasi kasus. Dengan estimasi sekitar 21 ribu kasus, jumlah penderita yang harus ditemukan dan ditangani berada pada kisaran 18 ribu hingga 19 ribu orang. Namun hingga kini, jumlah kasus yang berhasil dijangkau masih sekitar 15 ribu kasus.
“Yang kita kejar sekarang bukan angka estimasinya, tetapi berapa yang bisa kita temukan dari estimasi tersebut. Saat ini masih sekitar 56 sampai 60 persen,” tutupnya.
Editor: Erwin
Kamis, 04/06/2026
Ilustrasi pengidap TBC. (Foto: OpenAI/Surya)
TERPOPULER