Kamis, 04/06/2026
Kamis, 04/06/2026
Tumpukan beras di Gudang Bulog Samarinda, (Foto: Rafik/Korankaltim.com)
Kamis, 04/06/2026

Tumpukan beras di Gudang Bulog Samarinda, (Foto: Rafik/Korankaltim.com)
Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Tekanan inflasi di Kalimantan Timur (Kaltim) pada Mei 2026 tetap terkendali meski terjadi kenaikan harga tiket pesawat dan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Stabilitas pasokan pangan menjadi faktor utama yang menahan laju kenaikan harga secara lebih luas.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim, Jajang Hermawan, menjelaskan inflasi Kaltim pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,17 persen secara bulanan. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 0,11 persen.
Menurutnya, kelompok transportasi menjadi penyumbang utama inflasi pada periode tersebut. Kenaikan tarif angkutan udara dan harga BBM nonsubsidi terjadi seiring penyesuaian harga avtur dan sejumlah jenis bahan bakar non-subsidi di pasaran.
“Tekanan inflasi Mei 2026 terutama disumbangkan oleh kelompok transportasi, seiring kenaikan harga angkutan udara dan bensin yang dipengaruhi penyesuaian harga BBM nonsubsidi dan avtur,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).
Meski demikian, tekanan inflasi yang lebih tinggi berhasil tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas pangan. Kelompok volatile foods atau pangan bergejolak tercatat mengalami deflasi sebesar 1,09 persen secara bulanan.
Penurunan harga daging ayam ras, kangkung, dan ikan tongkol menjadi faktor utama yang menekan inflasi. Membaiknya pasokan serta normalisasi harga di tingkat pasar turut berkontribusi menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.
Secara tahunan, inflasi Kalimantan Timur tercatat sebesar 3,04 persen, sementara inflasi tahun kalender mencapai 1,65 persen. Adapun komoditas yang menjadi penyumbang inflasi terbesar antara lain angkutan udara, beras, minyak goreng, solar, dan sewa rumah.
Di sisi lain, komoditas seperti daging ayam ras, ikan layang, kangkung, emas perhiasan, dan bahan bakar rumah tangga menjadi penahan laju inflasi selama Mei 2026.
Jajang mengatakan pengendalian inflasi terus diperkuat melalui sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di seluruh kabupaten dan kota di Kaltim. Berbagai program stabilisasi harga dijalankan dengan mengacu pada strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Selama Mei 2026, TPID telah melaksanakan 60 kegiatan Gerakan Pangan Murah, operasi pasar, dan program stabilisasi harga lainnya yang tersebar di sejumlah daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang terjangkau.
Selain itu, penguatan koordinasi distribusi dan pemantauan stok pangan juga terus dilakukan menjelang Hari Raya Iduladha guna mengantisipasi potensi gangguan pasokan yang dapat memicu kenaikan harga.
“TPID terus memperkuat komunikasi publik terkait ketersediaan pasokan, perkembangan harga, dan imbauan belanja bijak kepada masyarakat agar ekspektasi inflasi tetap terjaga,” tutupnya.
Editor: Erwin
Kamis, 04/06/2026
Tumpukan beras di Gudang Bulog Samarinda, (Foto: Rafik/Korankaltim.com)
TERPOPULER