Gangguan paling serius terjadi di Kecamatan Sangkulirang. Aliran air di wilayah tersebut dilaporkan tidak mengalir atau mati total sejak pertengahan April 2026. Sementara di Kecamatan Kaliorang, gangguan distribusi turut dirasakan sebagian pelanggan, terutama di Desa Bumi Sejahtera, Desa Citra Manunggal Jaya, dan Desa Kaliorang Kampung.
Direktur Utama (Dirut) Perumdam TTBKT, Suparjan menjelaskan, kondisi tersebut dipicu oleh berkurangnya pasokan air baku yang masuk ke instalasi pengolahan air (IPA) akibat dampak musim kemarau dan penurunan debit sungai.
Sebelumnya, pihaknya juga telah menetapkan status siaga menghadapi ancaman penurunan sumber air baku akibat fenomena El Nino. Penurunan debit air baku ini sangat memengaruhi proses produksi dan distribusi air kepada pelanggan.
“Saat ini debit yang masuk ke IPA Kaliorang hanya sekitar 15 liter per detik, sehingga pelayanan belum dapat berjalan secara optimal,” ujar Suparjan.
Selain IPA Kaliorang, sejumlah intake yang menjadi sumber pasokan air baku juga mengalami penurunan debit secara signifikan. Debit pada intake PT Api-api maupun GMP juga mengalami penurunan yang cukup besar.
“Akibatnya kapasitas produksi air bersih berkurang dan berdampak langsung terhadap distribusi ke pelanggan,” katanya.
Pihaknya terus melakukan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga ketersediaan air bersih, termasuk mengoptimalkan sarana produksi yang ada dan melakukan pengaturan distribusi sesuai kondisi debit air baku.
Langkah-langkah mitigasi tersebut sebelumnya juga telah disiapkan Perumdam untuk menghadapi potensi krisis air akibat kemarau panjang. Namun kondisi ini sangat bergantung pada ketersediaan air baku di lapangan.
“Kami terus berupaya memaksimalkan seluruh sumber daya yang tersedia agar pelayanan dapat kembali normal,” jelasnya.
Atas gangguan yang terjadi, pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak dan mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama masa gangguan berlangsung.
“Kami mengimbau pelanggan agar menggunakan air secara hemat dan bijak sembari menunggu kondisi sumber air baku kembali membaik,” pungkasnya.
Editor: Erwin