Kamis, 04/06/2026

11 Korban Dugaan Kekerasan Seksual di Kukar Alami Trauma, TRC PPA Berikan Pendampingan

Kamis, 04/06/2026

Ilustrasi seorang perempuan mengalami trauma. (Foto: Dok. Ai Gemini Flash/Muhammad Anshori)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

11 Korban Dugaan Kekerasan Seksual di Kukar Alami Trauma, TRC PPA Berikan Pendampingan

Kamis, 04/06/2026

logo

Ilustrasi seorang perempuan mengalami trauma. (Foto: Dok. Ai Gemini Flash/Muhammad Anshori)

Penulis: Muhammad Anshori

KORANKALTIM.COM. TENGGARONG – Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur (Kaltim) mengonfirmasi bahwa 11 alumni santriwati yang menjadi korban dalam kasus dugaan kekerasan seksual di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengalami trauma psikologis yang cukup mendalam.

Saat ini, TRC PPA Kaltim memberikan pendampingan intensif dan juga berupaya membatasi berbagai bentuk komunikasi yang berpotensi memengaruhi kondisi psikologis korban menyusul adanya indikasi pihak-pihak tertentu yang mencoba menjalin komunikasi.

Kuasa Hukum TRC PPA, Sudirman, mengungkapkan adanya desas-desus dugaan pihak pondok pesantren berupaya melakukan pemanggilan atau meminta pertemuan langsung dengan para korban. 

Langkah sepihak tersebut terdeteksi sejak beberapa minggu lalu, tepat setelah pihak pondok mendengar adanya pergerakan dari para korban yang hendak menempuh jalur hukum.

“Sudah kami batasi. Kami sampaikan dengan tegas kepada para korban dan seluruh pihak keluarga untuk tidak merespons pihak mana pun yang ingin berbicara terkait hal tersebut. Pihak keluarga korban kami minta jangan mendekati atau melayani mereka,” tegas Sudirman, Kamis (4/6/2026).

Ia menjelaskan, kondisi psikologis 11 korban yang seluruhnya perempuan ini dilaporkan dalam keadaan terguncang. Rasa ketakutan dan kesedihan mendalam selalu menyelimuti mereka setiap kali dimintai keterangan atau saat terpaksa mengingat kembali peristiwa pahit yang dialami.

Aksi bejat di lingkungan pesantren tersebut diduga terjadi dalam rentang waktu yang cukup lama. Beberapa korban memendam trauma sejak tahun 2021, sementara kejadian terakhir dilaporkan terjadi pada tahun 2024. 

“Mereka merasa ketakutan, sedih, dan menganggap diri mereka sudah tidak baik-baik lagi. Selama bertahun-tahun mereka tidak punya kemampuan dan daya untuk menolak. Alasan mereka baru berani terbuka sekarang karena bayang-bayang kejadian dari tahun 2021 sampai 2024 itu terus menghantui pikiran mereka,” jelasnya.

Berdasarkan data sebaran, para korban tidak hanya berasal dari Kukar. Sebagian korban lainnya diketahui berdomisili di Samarinda dan Bontang.

Untuk menguatkan mental para korban, TRC PPA secara intensif memberikan pendampingan psikologis, dorongan semangat, hingga menyiapkan metode hypnotherapy khusus. Terapi ini bertujuan membantu para korban mereduksi ingatan buruk dan mencegah potensi fatalitas psikologis, seperti kecenderungan menyakiti diri sendiri.

“Kasus seperti ini jika tidak ditangani dengan tepat, sangat sulit untuk sembuh. Bayangan itu akan terus bergelayut. Tugas kami saat ini adalah membantu mereka agar bisa berdamai dengan diri sendiri,” tambahnya.

Selain pemulihan psikis, tim kuasa hukum juga tengah mempersiapkan proses visum sebagai pemenuhan alat bukti hukum yang sah. “Kami dari TRC PPA sedang mendiskusikan ruang serta waktu yang tepat bersama tim medis untuk melakukan visum tersebut,” ungkapnya.

TRC PPA menegaskan tidak akan mundur dan tetap memproses kasus ini ke jalur hukum demi keadilan korban. Mereka juga segera berkolaborasi dengan instansi pemerintah terkait, seperti Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A).

Editor: Erwin

11 Korban Dugaan Kekerasan Seksual di Kukar Alami Trauma, TRC PPA Berikan Pendampingan

Kamis, 04/06/2026

Ilustrasi seorang perempuan mengalami trauma. (Foto: Dok. Ai Gemini Flash/Muhammad Anshori)

Share

Berita Terkait