Kepala ASDP Kantor Cabang PPU, Heru, menjelaskan penutupan tersebut bersifat sementara dan dilakukan sesuai surat pemberitahuan dari kantor cabang. Saat ini, proses perbaikan telah memasuki tahap pengecoran setelah pekerjaan pemancangan dan pembesian dolphin selesai dilaksanakan.
“Penutupan ini bukan permanen, hanya sementara selama 5 hingga 14 Juni. Saat ini dilakukan perbaikan pembangunan breasting dolphin yang roboh terbentur kapal,” ujarnya saat diwawancarai media Korankaltim.com, Rabu (3/6/2026).
Heru mengakui penutupan satu dermaga akan berdampak pada layanan penyeberangan. Pasalnya, selama ini operasional pelabuhan ditunjang oleh dua dermaga, sementara selama masa perbaikan seluruh layanan akan difokuskan pada Dermaga I.
“Pasti ada gangguan layanan karena biasanya operasi menggunakan dua dermaga, sekarang menjadi satu. Untuk penumpukan kapal memang ada, tetapi hal itu sudah dibahas dalam rapat bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD),” katanya.
Menurut dia, BPTD telah menyusun jadwal operasional kapal selama masa penutupan sehingga kapal yang beroperasi dapat diatur sesuai kebutuhan layanan di lapangan.
“Yang membuat jadwal kapal adalah BPTD, termasuk menentukan kapal-kapal yang akan dioperasikan selama penutupan berlangsung. Kami hanya mengikuti jadwal yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Meski kapasitas layanan berkurang, ASDP berupaya memberikan pelayanan maksimal dengan fasilitas yang tersedia. Heru menegaskan layanan prioritas, termasuk ambulans, tetap mendapat perhatian selama masa perbaikan.
“Semaksimal mungkin kami layani dengan berbagai fasilitas yang tersedia. Layanan prioritas seperti ambulans tetap ada,” ujarnya.
Ia menambahkan, Dermaga II sebenarnya masih dapat digunakan, namun operasionalnya tidak maksimal karena pekerjaan perbaikan breasting dolphin masih berlangsung. Kondisi tersebut membuat proses sandar kapal menjadi lebih lambat dibanding biasanya.
“Dermaga dua masih beroperasi, tetapi tidak maksimal karena breasting dolphin masih dalam perbaikan. Jadwal sandar juga lebih lamban sesuai pengaturan dari BPTD,” katanya.
Heru membandingkan kondisi Pelabuhan Penajam dengan Pelabuhan Kariangau yang memiliki lima dermaga. Menurutnya, dampak perbaikan akan lebih terasa di Penajam karena hanya memiliki dua dermaga.
“Kalau di Kariangau ada lima dermaga. Saat satu atau dua dermaga diperbaiki masih bisa tercover, sedangkan kami hanya memiliki dua dermaga,” tuturnya.
Sebagai alternatif, pengguna jasa juga dapat memilih jalur darat sesuai kebutuhan masing-masing. Namun demikian, layanan penyeberangan tetap berjalan dengan dukungan 17 kapal yang beroperasi selama masa perbaikan.
ASDP menyatakan informasi penutupan sementara tersebut telah disosialisasikan melalui berbagai media dan disampaikan kepada instansi terkait agar masyarakat dapat menyesuaikan jadwal perjalanan mereka.
Editor: Erwin