Senin, 22/06/2026

Belanja Pegawai Bengkak 35 Persen, Pemkab PPU Isyaratkan CPNS Baru Dibuka 2027

Senin, 22/06/2026

Kepala BKPSDM PPU, Khairudin. (Foto: Dinda/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Belanja Pegawai Bengkak 35 Persen, Pemkab PPU Isyaratkan CPNS Baru Dibuka 2027

Senin, 22/06/2026

logo

Kepala BKPSDM PPU, Khairudin. (Foto: Dinda/Korankaltim.com)

Penulis: Dinda Ayu Dwi Meylani

KORANKALTIM.COM, PENAJAM – Harapan masyarakat untuk melihat pembukaan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dalam waktu dekat di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tampaknya harus tertunda. Pemerintah daerah mengisyaratkan baru akan membuka peluang seleksi abdi negara tersebut pada tahun 2027 mendatang, sembari menunggu kondisi keuangan daerah kembali stabil.

Kepala BKPSDM PPU Khairudin mengungkapkan, porsi anggaran daerah saat ini masih tersedot cukup besar untuk membiayai pegawai yang ada, sehingga penambahan personel baru harus dihitung secara ekstra cermat.

"Belanja pegawai di PPU lebih dari 35 persen. Kalau menambah pegawai lagi, tentu beban anggaran akan lebih besar. Setidaknya mungkin baru bisa dimasukkan di planning perencanaan di 2027, setelah keuangan kita mulai stabil," jelas Khairudin saat diwawancarai Korankaltim, Senin (22/6/2026).

Saat ini fokus utama Pemerintah Kabupaten PPU adalah menyelesaikan penataan pegawai yang sudah ada di dalam sistem, termasuk pemenuhan hak dan kejelasan status bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

"Melihat kondisi keuangan seperti ini, setidaknya kita lebih fokus menyelesaikan persoalan dulu. Persoalan seperti belanja pegawai yang sudah di atas 30 persen, lalu P3K," tambahnya.

Jika nantinya kondisi anggaran sudah memungkinkan untuk membuka formasi CPNS, Khairudin menegaskan bahwa pemerintah hanya akan memprioritaskan sektor-sektor pelayanan dasar yang dinilai sangat krusial dan mengalami kekosongan akibat banyaknya pegawai yang pensiun.

"Kalau kita melihat porsi yang dibutuhkan itu seperti guru dan pelayanan kesehatan. Kita nanti menghitung jumlah yang pensiun berapa tahun ini untuk menjaga agar belanja pegawai itu tetap imbang (balance)," ucap Khairuddin.

Editor: Aspian Nur

Belanja Pegawai Bengkak 35 Persen, Pemkab PPU Isyaratkan CPNS Baru Dibuka 2027

Senin, 22/06/2026

Kepala BKPSDM PPU, Khairudin. (Foto: Dinda/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait