Senin, 22/06/2026
Senin, 22/06/2026
Ketua DPC PDIP Kota Samarinda, saat diwawancarai oleh awak media terkait kesiapan pihaknya menuju Pilkada 2029 mendatang. (Foto: Ainur/Korankaltim.com)
Senin, 22/06/2026

Ketua DPC PDIP Kota Samarinda, saat diwawancarai oleh awak media terkait kesiapan pihaknya menuju Pilkada 2029 mendatang. (Foto: Ainur/Korankaltim.com)
Penulis: Ainur Rofiah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Samarinda Iswandi menegaskan partainya akan memprioritaskan kader internal untuk diusung dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang.
Meski berbagai spekulasi politik mulai bermunculan, termasuk kemungkinan kolaborasi dengan sejumlah tokoh, Iswandi menilai pembahasan tersebut masih terlalu dini.
Saat ditemui usai kegiatan partai, Iswandi membantah adanya pembicaraan khusus terkait peluang berpasangan dengan tokoh tertentu, termasuk dengan Helmi Abdullah yang belakangan disebut-sebut akan maju dalam Pilkada Samarinda dari Partai Gerindra.
“Enggak ada, enggak ada pembicaraan soal itu. Masih terlalu dini untuk membahas ke arah sana. Biar masyarakat dan pengamat saja yang menafsirkan. Kita di partai masih fokus pada mekanisme yang harus dilalui,” kata Iswandi.
Berbeda dengan tokoh yang telah mendeklarasikan diri maju, PDI Perjuangan memiliki tahapan dan mekanisme internal yang harus dipatuhi sebelum menentukan calon yang akan diusung.
Partai tidak hanya berfokus pada satu nama meskipun terdapat figur yang memiliki peluang besar mendapatkan dukungan. PDI Perjuangan, kata dia, tetap membuka ruang bagi kader-kader terbaik maupun tokoh yang memiliki kedekatan dan afiliasi dengan partai.
“PDI Perjuangan tentu ingin mengusung kader terbaiknya. Bisa dari anggota fraksi, kader di luar fraksi, ataupun tokoh yang memiliki kedekatan dengan PDI Perjuangan dan dianggap mampu memimpin. Nanti DPC dan DPD akan memberikan rekomendasi, tetapi keputusan akhir tetap berada di DPP,” jelas Iswandi.
Saat ditanya mengenai kemungkinan dirinya didorong maju sebagai calon wali kota atau wakil wali kota, Iswandi menyatakan kesiapannya sebagai kader partai.
Setiap kader memiliki kewajiban untuk menjalankan tugas yang diberikan partai, tanpa memandang jabatan yang akan diemban.
“Kalau saya sebagai kader partai ditugaskan, tentu siap. Jangankan jadi wali kota, jadi gubernur pun saya siap kalau memang itu perintah dan penugasan partai,” tegasnya.
Meski demikian, ia enggan berspekulasi terkait posisi yang mungkin ditempatinya apabila nantinya terbentuk koalisi politik dengan partai lain.
“Kami belum tahu. PDI Perjuangan punya mekanisme, Gerindra punya mekanisme. Yang jelas kalau maju itu bukan hanya sekadar maju, tetapi harus menang. Mau nomor satu atau nomor dua tidak masalah, yang penting bisa menang dan menjalankan program untuk masyarakat,” papar Iswandi.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda itu menekankan, dinamika politik menjelang Pilkada masih sangat cair dan terbuka terhadap berbagai kemungkinan.
Karena itu ia meminta semua pihak untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan terkait konfigurasi politik yang akan terbentuk.
“Politik itu dinamis. Hari ini bisa berbeda dengan besok. Kita tunggu prosesnya berjalan. Yang penting sebagai kader partai, saya siap jika mendapat tugas apa pun dari partai,” sebut Iswandi.
Peluang kader PDI Perjuangan untuk mengisi posisi kepala daerah tetap terbuka lebar, meskipun partai saat ini berada di luar pemerintahan pusat.
“Kalau menjadi menteri mungkin tidak mungkin karena kita di luar pemerintahan. Tapi kalau kepala daerah atau posisi lain melalui jalur politik, tentu bisa saja. Kita siap,” ucapnya.
Iswandi menegaskan keinginan PDI Perjuangan untuk memberikan kesempatan lebih besar kepada kader internal dalam memimpin Kota Samarinda pada masa mendatang. Selama ini partai kerap memberikan dukungan kepada figur di luar kader PDI Perjuangan. Karena itu, ke depan partai ingin membuktikan kemampuan kader sendiri dalam membangun daerah.
“Kami ingin membangun dan memperbaiki Samarinda dari kader sendiri. Selama ini kita sering mendorong figur yang bukan kader PDI Perjuangan, hasilnya ya seperti yang kita lihat sekarang,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur
Senin, 22/06/2026
Ketua DPC PDIP Kota Samarinda, saat diwawancarai oleh awak media terkait kesiapan pihaknya menuju Pilkada 2029 mendatang. (Foto: Ainur/Korankaltim.com)
TERPOPULER