Rombongan yang terdiri dari unsur DPRD Kukar, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), perwakilan mahasiswa, serta aliansi warga diterima langsung oleh General Manager (GM) sekaligus Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Adimitra Baratama Nusantara Jhoko Budi Susilo, bersama jajaran manajemen perusahaan.
Dalam sidak tersebut, berbagai persoalan menjadi sorotan, mulai dari kepatuhan perusahaan terhadap regulasi lingkungan hidup hingga pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Tidak hanya menyoroti aspek lingkungan, mahasiswa yang turut hadir juga menyampaikan aspirasi terkait pentingnya kontribusi perusahaan terhadap dunia pendidikan di Kutai Kartanegara. Mereka secara tegas meminta PT Adimitra Baratama Nusantara mengalokasikan program CSR untuk mendukung pengembangan dan kemajuan Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta).
Menurut mahasiswa, keberadaan perusahaan di daerah semestinya memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui dukungan terhadap sektor pendidikan tinggi.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ahmad Yani dikonfirmasi Korankaltim.com, Selasa (23/6/2026) meminta komitmen nyata dari pihak manajemen perusahaan untuk melakukan perbaikan di berbagai sektor yang menjadi perhatian publik.
“Kami ingin memastikan perusahaan tidak hanya menjalankan aktivitas operasional, tetapi juga mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku, terutama terkait lingkungan hidup, ketenagakerjaan, dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat,” kata Yani.
Politikus PDIP ini menambahkan, pengawasan yang dilakukan DPRD Kukar bertujuan mendorong terciptanya keseimbangan antara aktivitas investasi dan kepentingan masyarakat. Karena itu, perusahaan diharapkan mampu memperbaiki tata kelola lingkungan, meningkatkan efektivitas program CSR, termasuk pada sektor pendidikan, serta membangun kembali hubungan sosial yang harmonis dengan warga sekitar.
Sidak tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh pihak dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, diharapkan keberadaan sektor industri mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat Kutai Kartanegara, itu harapan kita bersama,” tegas Yani.
Editor: Aspian Nur