Selasa, 23/06/2026
Selasa, 23/06/2026
Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning, Simpang Raya, Kecamatan Barong Tongkok. (Foto: Adi/Korankaltim.com)
Selasa, 23/06/2026

Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning, Simpang Raya, Kecamatan Barong Tongkok. (Foto: Adi/Korankaltim.com)
Penulis: Kusmas Riadi
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning di Kutai Barat terus mematangkan persiapan pelaksanaan khitan massal dan nikah massal yang menjadi puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-34 pondok pesantren tersebut. Program sosial yang akan digelar pada awal Juli 2026 nanti mendapat sambutan luas dari masyarakat, terbukti dari tingginya jumlah peserta yang telah mendaftar.
Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning, KH. Anas Yudiarso, mengatakan rangkaian Harlah ke-34 telah dimulai sejak April lalu melalui berbagai kegiatan keagamaan dan perlombaan bagi santri maupun guru. Adapun puncak kegiatan akan dipusatkan pada program khitan massal dan nikah massal yang ditujukan untuk membantu masyarakat.
Untuk program khitan massal, panitia menargetkan sebanyak 1.000 peserta. Hingga pertengahan Juni, jumlah pendaftar telah mencapai lebih dari 800 orang dan diperkirakan masih akan terus bertambah karena pendaftaran masih dibuka hingga 27 Juni pekan depan.
“Pesertanya sudah lebih dari 800 orang dan masih terus bertambah. Kegiatan ini terbuka untuk umum sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat,” ujar Anas kepada Korankaltim.com, Selasa (23/6/2026).
Menariknya, peserta yang mengikuti program tersebut tidak hanya anak-anak. Beberapa peserta bahkan tercatat berusia 48 hingga 50 tahun. Khitan massal ini juga terbuka bagi masyarakat dari berbagai latar belakang, termasuk para mualaf yang selama ini menjadi bagian dari pembinaan Pondok Pesantren Assalam.
Pelaksanaan khitan massal dijadwalkan berlangsung pada 30 Juni hingga 1 Juli 2026 dengan melibatkan tenaga medis dan panitia yang telah disiapkan.
Selain khitan massal, Ponpes Assalam juga menggelar nikah massal bagi pasangan yang selama ini belum memiliki legalitas pernikahan secara resmi. Sebagian besar peserta berasal dari kalangan mualaf dan pasangan yang sebelumnya menikah secara siri.
Hingga saat ini ada 77 pasangan yang telah mendaftar mengikuti program tersebut. Setelah melalui proses verifikasi dan sidang isbat yang difasilitasi bersama Pengadilan Agama Kutai Barat, sebanyak 62 pasangan dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti tahapan berikutnya.
“Mayoritas peserta merupakan pasangan mualaf dan pasangan yang sebelumnya menikah siri. Ada juga beberapa pasangan muda yang baru akan menikah secara resmi,” jelas Anas.
Poses administrasi masih terus berjalan. Sejumlah pasangan yang belum sempat mengikuti sidang isbat masih diberikan kesempatan untuk melengkapi persyaratan sehingga dapat memperoleh pengakuan hukum atas pernikahan mereka.
Prosesi ijab kabul bagi peserta nikah massal dijadwalkan berlangsung pada 2 Juli 2026 di lingkungan Pondok Pesantren Assalam. Setelah seluruh rangkaian selesai, peserta khitan massal dan nikah massal akan mengikuti acara tasyakuran yang menjadi puncak peringatan Harlah ke-34 pada 4 Juli 2026.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda perayaan hari jadi pondok pesantren, tetapi juga bentuk kepedulian sosial untuk membantu masyarakat mendapatkan layanan keagamaan dan administrasi yang selama ini belum mereka peroleh.
“Harapan kami, kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, baik melalui khitan massal maupun bantuan legalitas pernikahan bagi pasangan yang membutuhkan,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur
Selasa, 23/06/2026
Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning, Simpang Raya, Kecamatan Barong Tongkok. (Foto: Adi/Korankaltim.com)
TERPOPULER