Rabu, 08/07/2026
Rabu, 08/07/2026
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman memberikan penjelasan usai mengikuti rakor lintas sektor dalam menghadapi musim kemarau (Zulhamri/Korankaltim.com)
Rabu, 08/07/2026

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman memberikan penjelasan usai mengikuti rakor lintas sektor dalam menghadapi musim kemarau (Zulhamri/Korankaltim.com)
Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Pemerintah Kutai Timur (Kutim) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kembali memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi berbagai potensi bencana, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), krisis air bersih hingga kebakaran permukiman.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, mengatakan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat, aparat keamanan, dunia usaha, hingga pemerintah desa harus berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanganan bencana.
“Musim kemarau harus kita hadapi dengan kesiapan bersama. Seluruh pemangku kepentingan harus saling mendukung agar risiko bencana dapat ditekan semaksimal mungkin,” ujar Ardiansyah pada Rabu (8/7/2026).
Ia mengimbau masyarakat mulai menyiapkan cadangan air bersih sejak dini sebagai langkah antisipasi apabila terjadi penurunan debit air di sejumlah wilayah. Pemkab Kutim terus memperkuat kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan bencana.
“Alhamdulillah hampir seluruh kecamatan kini sudah memiliki armada pemadam kebakaran maupun kendaraan operasional untuk penanganan karhutla. Fasilitas tersebut menjadi kekuatan di lapangan agar bisa lebih cepat ketika terjadi keadaan darurat,” ujarnya.
Uaya pencegahan tetap menjadi prioritas utama. Ia berharap masyarakat semakin sadar untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama pembukaan lahan dengan cara membakar.
Sementara, Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto turut menyiapkan sejumlah langkah mitigasi guna menghadapi musim kemarau. Salah satunya melalui pemantauan titik panas (hotspot) menggunakan aplikasi Lancang Kuning yang memungkinkan deteksi dini terhadap potensi kebakaran.
“Kami terus memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan maupun rawan kebakaran,” ungkapnya.
Pemantauan hotspot dilakukan secara berkala melalui aplikasi Lancang Kuning, kemudian ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
Ia meminta masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran di lingkungan sekitar.
“Peran masyarakat sangat penting. Segera laporkan jika ada tanda-tanda muncul dan jangan menunggu api membesar,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Rabu, 08/07/2026
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman memberikan penjelasan usai mengikuti rakor lintas sektor dalam menghadapi musim kemarau (Zulhamri/Korankaltim.com)
TERPOPULER