Rabu, 08/07/2026
Rabu, 08/07/2026
Tangakapan Layar Kondisi kendaraan korban usai insiden dugaan pembegalan di Kecamatan Sebulu, Kukar. (Foto: Istimewa)
Rabu, 08/07/2026

Tangakapan Layar Kondisi kendaraan korban usai insiden dugaan pembegalan di Kecamatan Sebulu, Kukar. (Foto: Istimewa)
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Masyarakat di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dihebohkan dengan unggahan seorang perempuan berinisial Iriani (35) di media sosial yang mengaku adiknya, Irma Agustina (32), menjadi korban dugaan perampokan disertai penganiayaan oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK).
Peristiwa tersebut disebut terjadi di kawasan Gunung MP Kilometer 7, Sebulu Modern menuju SP1, Kecamatan Sebulu, pada Minggu (5/7/2026) sekitar pukul 19.00 Wita.
Berdasarkan keterangan IR, insiden bermula ketika korban yang mengendarai sepeda motor Honda Beat Street dihentikan oleh seseorang di tepi jalan. Pelaku berpura-pura meminta bantuan dengan alasan ban mobilnya kempes.
Saat korban memperlambat laju kendaraannya, sejumlah orang yang diduga telah bersembunyi langsung menyergap dari arah belakang dan membekap korban agar tidak dapat berteriak.
“Adik saya langsung dibawa ke kawasan Gunung MP dan disiksa di sana. Jaketnya dilepas, mukanya disodorkan ke lumpur, dan paha kiri-kanannya diinjak-injak oleh pelaku. Tangan adik saya sampai bengkak biru membekas lima jari,” ungkapnya, Rabu (8/6/2026).
Para pelaku kemudian menggasak dompet adiknya berisi uang tunai sebesar Rp850.000. Korban berhasil selamat setelah sebuah truk sawit melintas di lokasi kejadian, yang membuat para pelaku panik.
Ia menjelaskan, berdasarkan ingatan sekilas korban, pelaku yang membekapnya memiliki ciri-ciri khusus berupa tato bergambar naga yang sangat jelas di bagian tangan.
Usai insiden terjadi, para pelaku diduga melarikan diri menggunakan sebuah mobil berwarna putih ke arah Sebulu.
Pihak keluarga mengaku kecewa saat mendatangi Polsek Sebulu sesaat setelah kejadian untuk membuat laporan. Irma menilai petugas yang berjaga malam itu kurang serius dalam menangani kasus tersebut.
“Motor adik saya itu ambles ke dalam lumpur bagian depan saja, tidak ada lecet atau rusak layaknya orang jatuh di jalan. Kami kecewa karena malam itu petugas tidak langsung bergerak memeriksa tempat kejadian perkara (TKP),” jelasnya.
Karena merasa aduan awal kurang direspons, keluarga akhirnya memilih memviralkan kejadian ini di media sosial agar masyarakat luas lebih waspada.
Sementara, Kapolsek Sebulu, Iptu Edi Subagyo, menegaskan bahwa pihak kepolisian berkomitmen penuh untuk mengusut tuntas dan mengklarifikasi fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan.
“Laporan masyarakat tetap kita tangani. Langkah-langkah penyelidikan tetap kami lakukan. Saat ini kami sedang dalam proses klarifikasi untuk mencari tahu kejadian yang sebenarnya seperti apa,” ujarnya.
Terkait adanya tudingan atau kesalahpahaman saat pelaporan awal, Iptu Edi menyebutkan pihaknya mengantongi rekaman video saat korban dan keluarganya datang melapor untuk menjadi bahan evaluasi internal sekaligus meluruskan situasi yang terjadi malam itu.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat luas untuk tidak berspekulasi berlebihan dan mempercayakan penanganan kasus kepada pihak kepolisian.
“Jika ada kejadian darurat atau tindakan kriminal, masyarakat kami minta untuk segera melapor secara resmi secepat mungkin, baik melalui Call Center 110 maupun langsung ke mapolsek agar bisa segera ditindaklanjuti secara cepat,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Rabu, 08/07/2026
Tangakapan Layar Kondisi kendaraan korban usai insiden dugaan pembegalan di Kecamatan Sebulu, Kukar. (Foto: Istimewa)
TERPOPULER