Jumat, 03/07/2026

Resah Dugaan Aksi Begal, Warga Desa Embalut Desak Pemdes Pemasan CCTV

Jumat, 03/07/2026

CCTV jalan yang terpasang di Kecamatan Tenggarong. (Foto: Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Resah Dugaan Aksi Begal, Warga Desa Embalut Desak Pemdes Pemasan CCTV

Jumat, 03/07/2026

logo

CCTV jalan yang terpasang di Kecamatan Tenggarong. (Foto: Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)

Penulis: Muhammad Anshori

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Warga Desa Embalut, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) diliputi keresahan menyusul maraknya dugaan aksi pembegalan dan pengancaman menggunakan senjata tajam (sajam) dalam beberapa hari terakhir.

Pemerintah Desa Embalut pun didesak untuk melakukan langka antisipasi salah satunya melakukan memasang kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik yang dinilai rawan. 

Langkah itu diharapkan dapat meningkatkan pengawasan sekaligus membantu mencegah terulangnya aksi kriminal di wilayah tersebut.

Menurut laporan, dua kejadian beruntun terjadi di akhir Juni 2026. Di mana pekerja dibuntuti dan diancam dengan senjata tajam di sekitar Jalan KH Muhsan Makbul dan area kebun tebu dekat Kafe Zahira. Beruntung, korban berhasil lolos dengan memacu kendaraan atau meminta pertolongan.

“Kami sangat berharap pihak desa bisa merespons cepat dan memasang CCTV di lokasi-lokasi rawan di Kecamatan Tenggarong Seberang,” ujar salah satu  warga Desak Embalut, Andar (40), Jumat (3/7/2026).

Merespons keluhan tersebut, Kepala Desa Embalut, Yahya mengakui fasilitas penerangan jalan di jalur sepanjang hampir tiga kilometer tersebut memang masih sangat minim dan beberapa lampu tenaga surya mengalami kerusakan.

“Kalau rencana peningkatan fasilitas itu memang ada, tapi penerangan memang tak cukup karena anggaran desa tidak ada. Jaraknya pun agak jauh dari kampung, sekitar tiga kilometer. Kalau mau pasang CCTV atau WiFi, kendalanya di sana belum ada jaringan listrik,” ujar Yahya.

Kata dia, sejauh ini belum ada laporan resmi dari para korban yang masuk ke pihak desa maupun kepolisian. 

Informasi yang beredar masih sebatas kegaduhan di media sosial. Meski demikian, diakuinya, pihak desa sedang berupaya melacak identitas korban yang sempat viral guna mengumpulkan bukti yang valid.

Sebagai langkah awal, Yahya telah berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk melaporkan situasi yang meresahkan wargamya.

“Rencananya minggu depan saya akan menghadap langsung ke Kapolsek Tenggarong Seberang untuk berkoordinasi mengenai langkah taktis penanganan keamanan ini,” tambahnya.

Yahya pun menginstruksikan para Ketua RT untuk gencar mengimbau warganya agar meningkatkan kewaspadaan pada malam hari.

“Saya sudah imbau semua RT yang ada di Embalut agar warganya jangan berkendara sendirian kalau malam di jalur poros itu, sangat berbahaya. Minimal ada yang menemani,” pungkasnya. 

Editor: Erwin

Resah Dugaan Aksi Begal, Warga Desa Embalut Desak Pemdes Pemasan CCTV

Jumat, 03/07/2026

CCTV jalan yang terpasang di Kecamatan Tenggarong. (Foto: Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)

Share

Berita Terkait