Kamis, 02/07/2026

Bahasa Banua Resmi Masuk Kurikulum SMP, Pemkab Berau Ajak Masyarakat Jadi Garda Pelestarian

Kamis, 02/07/2026

Kepala Disdik Berau Mardiatul Idalisah menyerahkan Buku Mata Pelajaran kepada Sekda Berau, Muhammad Said bersama Bahasa Banua sebagai mata pelajaran muatan lokal jenjang SMP di Aula SPNF SKB Berau, Kamis (2/7/2026). (Foto: Dok.Humas Pemkab Berau)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Bahasa Banua Resmi Masuk Kurikulum SMP, Pemkab Berau Ajak Masyarakat Jadi Garda Pelestarian

Kamis, 02/07/2026

logo

Kepala Disdik Berau Mardiatul Idalisah menyerahkan Buku Mata Pelajaran kepada Sekda Berau, Muhammad Said bersama Bahasa Banua sebagai mata pelajaran muatan lokal jenjang SMP di Aula SPNF SKB Berau, Kamis (2/7/2026). (Foto: Dok.Humas Pemkab Berau)

Penulis: Indri

KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau resmi meluncurkan Bahasa Banua sebagai mata pelajaran muatan lokal bagi jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) mulai tahun ajaran 2026/2027. 

Kebijakan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat pelestarian bahasa daerah sekaligus membangun kesadaran generasi muda terhadap identitas budaya Berau.

Peluncuran berlangsung di Aula Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) Kabupaten Berau, Kamis (2/7/2026). 

Peluncuran ini sebagai hasil kolaborasi Dinas Pendidikan (Disdik) Berau bersama Balai Bahasa, tokoh adat, tenaga pendidik, dan berbagai pemangku kepentingan yang telah dimulai sejak 2024.

Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said, menegaskan pelestarian Bahasa Banua tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan pemerintah maupun dunia pendidikan. Menurutnya, keberhasilan menjaga bahasa daerah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah hingga lingkungan sosial.

“Kalau tidak mulai kita lestarikan sekarang, generasi muda akan semakin jauh dari bahasa daerahnya. Sekolah menjadi tempat yang tepat untuk menanamkan kembali kebanggaan terhadap Bahasa Banua,” ujarnya usai meluncurkan secara resmi Bahasa Banua sebagai mata pelajaran muatan lokal bagi jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) mulai tahun ajaran 2026/2027.

Bahasa merupakan bagian penting dari identitas suatu daerah. Di tengah perkembangan teknologi dan arus globalisasi yang semakin pesat, keberadaan bahasa daerah harus tetap dijaga agar tidak tergerus oleh perubahan zaman.

Said menilai, pembelajaran Bahasa Banua bukan sekadar mengajarkan keterampilan berbahasa. Lebih dari itu, mata pelajaran tersebut menjadi media untuk mengenalkan sejarah, adat istiadat, nilai-nilai luhur, hingga filosofi kehidupan masyarakat Berau kepada peserta didik.

“Harapannya, anak-anak bukan hanya mampu menggunakan Bahasa Banua, tetapi juga memahami budaya yang melekat di dalamnya,” katanya.

Namun, dia mengingatkan bahwa pelestarian bahasa tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada guru. Peran orang tua dan masyarakat dinilai sangat menentukan agar Bahasa Banua tetap digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

“Bahasa Banua harus kembali digunakan di rumah dan di tengah masyarakat agar benar-benar tetap hidup,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Berau, Mardiatul Idalisah, mengatakan penyusunan Bahasa Banua sebagai muatan lokal dilakukan melalui proses panjang dengan melibatkan berbagai pihak agar materi pembelajaran sesuai dengan karakteristik bahasa daerah Berau.

“Perjalanan Bahasa Banua ini kami didampingi oleh Balai Bahasa dan tokoh-tokoh dalam merumuskan bahasa daerah ini menjadi muatan lokal sejak tahun 2024. Berkat kerja bersama seluruh stakeholder, akhirnya hari ini Bahasa Banua resmi kami luncurkan,” jelasnya.

Ia berharap implementasi muatan lokal tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kurikulum sekolah, tetapi juga menjadi gerakan bersama untuk memperkuat jati diri masyarakat Berau. Melalui pendidikan, Pemkab Berau optimistis Bahasa Banua dapat terus diwariskan kepada generasi muda sehingga tetap lestari sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah.

“Mari kita hidupkan Bahasa Banua, mulai dari rumah, sekolah, hingga kehidupan bermasyarakat,” tutupnya. 

Editor: Erwin 

Bahasa Banua Resmi Masuk Kurikulum SMP, Pemkab Berau Ajak Masyarakat Jadi Garda Pelestarian

Kamis, 02/07/2026

Kepala Disdik Berau Mardiatul Idalisah menyerahkan Buku Mata Pelajaran kepada Sekda Berau, Muhammad Said bersama Bahasa Banua sebagai mata pelajaran muatan lokal jenjang SMP di Aula SPNF SKB Berau, Kamis (2/7/2026). (Foto: Dok.Humas Pemkab Berau)

Share

Berita Terkait