Kamis, 02/07/2026
Kamis, 02/07/2026
Produksi air nira dari pohon aren genjah milik petani Kandolo, Kutim. (Foto: Dok.Disbun Kaltim)
Kamis, 02/07/2026

Produksi air nira dari pohon aren genjah milik petani Kandolo, Kutim. (Foto: Dok.Disbun Kaltim)
Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mendorong pengembangan komoditas aren genjah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru untuk mengurangi ketergantungan pada sektor kelapa sawit.
Komoditas endemik asal Kutim itu tidak hanya diproyeksikan sebagai tanaman perkebunan, tetapi juga menjadi motor hilirisasi industri sekaligus memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pengembangan berbagai produk turunan bernilai tambah.
Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kutim, Arief Nur Wahyuni, mengatakan aren genjah yang dikembangkan di Desa Kandolo, Kecamatan Teluk Pandan, telah mengantongi lisensi dan sertifikasi dari Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai sumber benih unggul nasional. Hingga kini, sumber benih tersebut menjadi satu-satunya di Indonesia yang berasal dari Kutim.
“Aren genjah yang kini telah mendapatkan lisensi dan sertifikasi dari Kementan sebagai sumber benih unggul nasional,” ujarnya, Kamis (2/6/2026).
Lanjutnya, pengembangan aren genjah saat ini dipusatkan di Desa Kandolo melalui dua kelompok tani, yakni Kelompok Tani Nyiur Melambai dengan luasan sekitar 60 hektare dan Kelompok Tani Agri Mandiri seluas 14 hektare.
“Kedua kelompok tersebut menjadi sentra pengembangan sekaligus penyedia sumber benih unggul,” jelasnya.
Menurutnya, Kelompok Tani Nyiur Melambai telah tiga kali menetapkan pohon induk terpilih sebagai sumber benih. Terakhir pada 2022, sebanyak 150 pohon induk berhasil dirilis.
Disbun Kaltim menargetkan pelepasan pohon induk baru pada tahun depan setelah melalui proses observasi dan seleksi.
“Kami terus melakukan pengamatan terhadap pohon-pohon yang memenuhi persyaratan,” ujarnya.
Tahun depan rencananya akan kembali dirilis pohon induk baru agar ketersediaan benih unggul semakin meningkat. Selain memiliki legalitas sebagai sumber benih nasional, aren genjah juga menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan aren lokal.
Tanaman ini memiliki postur lebih pendek sehingga lebih mudah dan aman disadap, sekaligus memasuki masa produksi lebih cepat dengan potensi hasil yang relatif stabil. Adapun keunggulan aren genjah pohonnya lebih pendek sehingga memudahkan proses penyadapan.
“Masa produksinya juga lebih cepat dan produktivitasnya cukup baik sehingga memberikan keuntungan bagi petani,” jelasnya.
Meski masyarakat selama ini masih cenderung menanam kelapa sawit namun menilai prospek ekonomi aren tidak kalah menjanjikan. Hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, mulai dari gula aren, gula semut, gula cair hingga berbagai produk turunan lainnya yang memiliki peluang pasar cukup luas.
Karena itu, pemerintah tidak hanya berfokus pada pengembangan budidaya dan penyediaan benih unggul, tetapi juga mendorong hilirisasi agar hasil produksi petani dapat diolah menjadi produk siap jual yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Upaya tersebut akan diperkuat melalui sinergi bersama Dinas Koperasi dan UKM (DiskopUKM) serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) sehingga pengembangan aren mencakup seluruh rantai usaha. Mulai dari budidaya, pengolahan, pengemasan hingga pemasaran. Dengan demikian, komoditas aren diharapkan mampu melahirkan UMKM baru yang berdaya saing dan memperluas lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
“Harapannya agar aren genjah tidak hanya dikenal sebagai benih unggul nasional,” ucap dia.
Apabila budidaya, pengolahan dan pemasaran berjalan bersama maka petani akan lebih sejahtera dan UMKM berbasis aren bisa tumbuh serta bersaing di pasar nasional.
“Aren genjah harus menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Kamis, 02/07/2026
Produksi air nira dari pohon aren genjah milik petani Kandolo, Kutim. (Foto: Dok.Disbun Kaltim)
TERPOPULER