Kamis, 02/07/2026
Kamis, 02/07/2026
Polsek Kecamatan Tenggarong Seberang. (Foto: Dok.Polsek Tenggarong Seberang)
Kamis, 02/07/2026

Polsek Kecamatan Tenggarong Seberang. (Foto: Dok.Polsek Tenggarong Seberang)
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Warga Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dibuat resah oleh dugaan aksi pembegalan yang menyasar pengendara sepeda motor di jalur menuju Desa Embalut.
Aksi tersebut dilaporkan terjadi pada malam hingga dini hari, dengan pelaku diduga membawa senjata tajam dan mengincar pengendara yang melintas di ruas jalan sepi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku diduga membuntuti korban sejak dari kawasan Bangun Rejo sebelum berusaha menghentikan laju kendaraan di titik-titik yang minim penerangan. Sasaran utamanya merupakan warga dan pekerja yang pulang larut malam.
Peristiwa pertama dilaporkan terjadi pada Sabtu (27/6/2026) sekitar pukul 23.30 Wita. Seorang pekerja mengaku dibuntuti pengendara sepeda motor Yamaha NMAX sejak pintu masuk Sekolah Nahdlatul Wathan (NW) di Jalan KH Muhsan Makbul L3, Bangun Rejo.
Saat tiba di Simpang Empat Pemakaman, pelaku diduga memepet korban sambil membawa senjata tajam jenis badik. Korban berhasil menyelamatkan diri setelah memacu kendaraannya meninggalkan lokasi.
Dugaan aksi serupa kembali terjadi pada Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 00.00 Wita di kawasan kebun tebu dekat Kafe Zahira. Kali ini, pelaku diduga menghadang korban menggunakan sebilah parang. Upaya tersebut gagal setelah korban berteriak meminta pertolongan sehingga pelaku melarikan diri.
Menyusul dua kejadian tersebut, warga mengidentifikasi sedikitnya tiga titik yang dinilai rawan, yakni jalur dari pintu masuk Sekolah NW menuju Desa Embalut, kawasan Simpang Empat Pemakaman, serta ruas jalan di sekitar kebun tebu dekat Kafe Zahira.
Menanggapi keresahan masyarakat, Bhabinkamtibmas Polsek Tenggarong Seberang, Bripka Andar, mengatakan pihaknya telah meningkatkan langkah antisipasi guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di sejumlah jalur yang dianggap rawan.
Menurutnya, kepolisian telah memetakan titik-titik yang menjadi perhatian dan menginstruksikan personel untuk mengintensifkan patroli malam, khususnya di jalur L3 Bangun Rejo menuju Desa Embalut, Simpang Empat Pemakaman, hingga kawasan kebun tebu dekat Kafe Zahira.
“Patroli akan difokuskan pada jam-jam rawan di atas pukul 23.00 WITA guna mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan,” ungkapnya, Kamis (2/7/2026).
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum menerima laporan resmi dari para korban terkait dua insiden pembuntutan dan penodongan tersebut.
Ia mengimbau kepada para korban atau saksi mata untuk segera datang ke Mapolsek Tenggarong Seberang guna memberikan keterangan resmi.
“Laporan ini sangat penting sebagai dasar hukum bagi kepolisian untuk melakukan penyelidikan, mengidentifikasi ciri-ciri pelaku, dan melakukan pengejaran,” ujarnya.
Selain itu, Polisi juga meminta masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Pengendara disarankan untuk menghindari berkendara sendirian pada larut malam di jalur yang minim penerangan. Jika terpaksa pulang larut, pengendara diminta untuk berjalan secara rombongan atau berkoordinasi dengan rekan kerja.
Selain itu, pihak desa juga diajak untuk kembali mengaktifkan pos ronda atau Siskamling guna memantau pergerakan orang asing yang mencurigakan di wilayah mereka.
“Yang paling penting itu kami menginginkan CCTV, di jalur ini memang belum terpasang, kami harap pihak desa bisa memasang CCTV di lokasi rawan di Kecamatan Tenggarong Seberang,” harapnya.
Polsek Tenggarong Seberang berkomitmen penuh untuk menjaga keamanan wilayah dan memastikan keselamatan para pekerja serta warga yang beraktivitas di malam hari.
“Kami ingin kerja sama masyarakat agar segera menghubungi call center Polsek atau Bhabinkamtibmas setempat jika melihat pergerakan atau kendaraan yang mencurigakan di jalanan,” tutupnya.
Editor: Erwin
Kamis, 02/07/2026
Polsek Kecamatan Tenggarong Seberang. (Foto: Dok.Polsek Tenggarong Seberang)
TERPOPULER