Jumat, 03/07/2026
Jumat, 03/07/2026
BPS Kaltim mencatat kenaikan okupansi pada hotel berbintang mulai terjadi peningkatan, foto kamar Swiss-Belhotel Borneo Samarinda. (Foto: Istimewa)
Jumat, 03/07/2026

BPS Kaltim mencatat kenaikan okupansi pada hotel berbintang mulai terjadi peningkatan, foto kamar Swiss-Belhotel Borneo Samarinda. (Foto: Istimewa)
Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang pada Mei 2026 mencapai 52,75 persen atau naik 2,49 poin dibanding April 2026 yang sebesar 50,26 persen.
Kepala BPS Kaltim, Mas’ud Rifai mengatakan kenaikan tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya aktivitas perjalanan dan permintaan terhadap jasa akomodasi di daerah.
Meski belum melonjak signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu, tren bulanan menunjukkan sektor perhotelan mulai bergerak ke arah yang lebih baik.
“TPK hotel berbintang pada Mei 2026 mencapai 52,75 persen. Dibanding April 2026 naik 2,49 poin, sedangkan dibanding Mei tahun lalu meningkat tipis sebesar 0,08 poin. Ini menunjukkan aktivitas akomodasi terus membaik,” ujarnya dikutip dari rilis resmi BPS Kaltim pada Jumat (3/7/2026).
Ia menjelaskan, kenaikan okupansi tidak hanya dipengaruhi perjalanan masyarakat dalam daerah, tetapi juga meningkatnya mobilitas wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara yang kembali tumbuh selama Mei.
BPS mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 1.103 kunjungan atau meningkat 20,02 persen dibanding April 2026. Secara tahunan, angka tersebut juga naik 25,77 persen dibanding Mei 2025.
Di sisi lain, perjalanan wisatawan nusantara menuju berbagai kabupaten dan kota di Kaltim juga mengalami peningkatan menjadi 1.259.540 perjalanan atau naik 6,79 persen dibanding bulan sebelumnya. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu faktor yang menopang peningkatan hunian hotel.
Meski demikian, BPS menilai masih terdapat ruang untuk mendorong okupansi hotel lebih tinggi. Rata-rata lama menginap tamu hotel berbintang masih berada di angka 1,61 hari atau relatif stagnan dibanding tahun sebelumnya. Artinya, peningkatan jumlah tamu belum diikuti bertambahnya durasi menginap.
Jika dilihat berdasarkan klasifikasi, hotel bintang empat mencatat tingkat hunian tertinggi sebesar 56,29 persen. Sebaliknya, hotel bintang satu masih menjadi yang terendah dengan okupansi 31,85 persen. Hotel bintang lima memang mengalami kenaikan dibanding April, namun secara tahunan masih turun cukup dalam sebesar 14,28 poin.
BPS menilai perkembangan tersebut menjadi sinyal bahwa aktivitas pariwisata dan perjalanan di Kaltim terus pulih. Tantangan berikutnya adalah mendorong agar peningkatan mobilitas wisatawan tidak hanya berdampak pada jumlah kunjungan, tetapi juga memperpanjang lama tinggal dan meningkatkan belanja wisatawan di daerah.
Editor: Erwin
Jumat, 03/07/2026
BPS Kaltim mencatat kenaikan okupansi pada hotel berbintang mulai terjadi peningkatan, foto kamar Swiss-Belhotel Borneo Samarinda. (Foto: Istimewa)
TERPOPULER