Rabu, 13/09/2023
Rabu, 13/09/2023
Ilustrasi / Freepikcom
Rabu, 13/09/2023

Ilustrasi / Freepikcom
Penulis: M. Yasin Handayan
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kutai Kartanegara masih terus terjadi sampai saat ini.
Ratusan hektar sudah hangus terbakar berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara.
"Dalam periode bulan Mei sampai akhir Agustus 2023, ada sekitar 33 kejadian dengan luasan mencapai 184,8 hektar yang masuk data penanganan kami bersama stakeholder Lainnya," kata Kepala Pelaksana BPBD Kukar, Setianto Nugroho Aji melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Abdal kepada Korankaltim.com Rabu (13/9/2023).
Krhutla terjadi hampir di seluruh wilayah yang tersebar di 14 kecamatan, 13 desa dan 8 kelurahan di Kabupaten Kukar. Dengan jumlah kejadian dan luasan terbanyak sementara ini berada di Kecamatan Samboja Barat, Muara Kaman, Muara Muntai, Loa Janan dan Muara Jawa.
Jumlah tersebut belum termasuk dengan kejadian karhutla yang mungkin saja tidak terlaporkan, ditangani dari desa maupun para relawan dan perusahaan.
Begitu juga dengan kejadian karhutla yang dilaporkan pada bulan September 2023. Dimana ada kejadian karhutla yang saat ini masih terjadi di wilayah Kecamatan Muara Kaman dengan luasannya belum diketahui secara pasti. Namun, perkiraan luasan sementara karhutla tersebut hampir mencapai 100 hektar lebih.
"Sebab, kebakaran pada kawasan lahan gambut ini masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya dan sudah terjadi hampir dua pekan lamanya," tambah Abdal.
Karhutla di wilayah Kecamatan Muara Kaman dikatakannya masih berpotensi untuk terus meluas. Mengingat lahan gambut yang kering karena musim kemarau ini mudah terbakar.
"Jumlah ini masih belum pasti, personel BPBD Kukar dan Manggala Agni Daops Kalimantan XII/Paser masih dilokasi untuk terus memadamkan api. Setelah bisa dipadamkan baru bisa terlihat luasan yang terbakar," bebernya.
BPBD Kukar mengharapkan dan mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Kukar untuk turut membantu mencegah terjadinya karhutla. Yakni dengan tidak membuka lahan dengan cara dibakar ataupun dengan sengaja membakar lahan gambut demi kepentingan pribadi tanpa diawasi dan diantisipasi untuk dipadamkan sendiri sebelum meninggalkan lahannya.
Editor Aspian Nur
Rabu, 13/09/2023
Ilustrasi / Freepikcom
TERPOPULER