Kamis, 24/08/2017

PDAM Minta Penyertaan Modal Segera Dicairkan

Kamis, 24/08/2017

TAUFIK

Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

PDAM Minta Penyertaan Modal Segera Dicairkan

Kamis, 24/08/2017

logo

TAUFIK

PENAJAM – PDAM Penajam Paser Ut ara (PPU) berharap pernyertaan modal sebesar Rp3 miliar segera dikucurkan. Dana penyertaan yang baru saja disetujui oleh DPRD PPU itu akan digunakan untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan pelat merah tersebut. 

Direktur PDAM PPU, Taufik berkata proses regulasi pencairan itu kini sedang diproses oleh Bagian Hukum Setkab PPU, setelah sebelumnya perda penyertaan modal itu disahkan oleh DPRD. “Setelah disahkan untuk petunjuk teknisnya dibutuhkan peraturan bupati,” ungkap Taufik kepada Koran Kaltim, Rabu (23/8).

Penyertaan modal itu awalnya diajukan Rp5 miliar, namun hanya disetujui Rp3 miliar. Dana itu akan digunakan untuk kegiatan operasional seperti pembelian zat kimia air baku WTP Lawe-Lawe. 

Menurut Taufik, semakin cepat dicairkan maka akan semakin baik. Apalagi PDAM kini sedang mengejar target 1.000 sambungan rumah (SR) murah pada 2017 ini. Jika target itu tercapat, Pemkab PPU akan mendapatkan reward dari Pemerintah Pusat sebesar Rp2 miliar. 

 “Jika program itu sukses dan cepat diselesaikan, maka reward Pemerintah Pusat juga akan cepat masuk ke kas daerah, di mana untuk 1.000 SR, pemkab mendapatkan insentif sebesar Rp2 miliar atau Rp2 juta setiap pemasangan,” jelas Taufik.

Menurut Taufik, secara keseluruhan, baru 18 persen masyarakat PPU atau 5.400 SR yang terlayani air bersih. Namun, pipanisasinya telah mencapai 40 persen. 

“Program tersebut bisa terlaksana dengan baik asalkan dana penyertaan modal bisa segara disalurkan ke kami, karena modal itu erat hubungannya dengan operasional produksi air PDAM PPU sendiri,” tutur Taufik.

Sejak 2013 lalu, tunggakan pelanggan PDAM mencapai Rp1,7 miliar. Jumlah ini tergolong besar dan berpenaruh terhadap operasional PDAM.  “Kami berharap pelanggan segera melakukan kewajibannya, di mana tunggakan terbesar adalah pelanggan di Kecamatan Penajam,” pungkas Taufik. (nav)

PDAM Minta Penyertaan Modal Segera Dicairkan

Kamis, 24/08/2017

TAUFIK

Berita Terkait


PDAM Minta Penyertaan Modal Segera Dicairkan

TAUFIK

PENAJAM – PDAM Penajam Paser Ut ara (PPU) berharap pernyertaan modal sebesar Rp3 miliar segera dikucurkan. Dana penyertaan yang baru saja disetujui oleh DPRD PPU itu akan digunakan untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan pelat merah tersebut. 

Direktur PDAM PPU, Taufik berkata proses regulasi pencairan itu kini sedang diproses oleh Bagian Hukum Setkab PPU, setelah sebelumnya perda penyertaan modal itu disahkan oleh DPRD. “Setelah disahkan untuk petunjuk teknisnya dibutuhkan peraturan bupati,” ungkap Taufik kepada Koran Kaltim, Rabu (23/8).

Penyertaan modal itu awalnya diajukan Rp5 miliar, namun hanya disetujui Rp3 miliar. Dana itu akan digunakan untuk kegiatan operasional seperti pembelian zat kimia air baku WTP Lawe-Lawe. 

Menurut Taufik, semakin cepat dicairkan maka akan semakin baik. Apalagi PDAM kini sedang mengejar target 1.000 sambungan rumah (SR) murah pada 2017 ini. Jika target itu tercapat, Pemkab PPU akan mendapatkan reward dari Pemerintah Pusat sebesar Rp2 miliar. 

 “Jika program itu sukses dan cepat diselesaikan, maka reward Pemerintah Pusat juga akan cepat masuk ke kas daerah, di mana untuk 1.000 SR, pemkab mendapatkan insentif sebesar Rp2 miliar atau Rp2 juta setiap pemasangan,” jelas Taufik.

Menurut Taufik, secara keseluruhan, baru 18 persen masyarakat PPU atau 5.400 SR yang terlayani air bersih. Namun, pipanisasinya telah mencapai 40 persen. 

“Program tersebut bisa terlaksana dengan baik asalkan dana penyertaan modal bisa segara disalurkan ke kami, karena modal itu erat hubungannya dengan operasional produksi air PDAM PPU sendiri,” tutur Taufik.

Sejak 2013 lalu, tunggakan pelanggan PDAM mencapai Rp1,7 miliar. Jumlah ini tergolong besar dan berpenaruh terhadap operasional PDAM.  “Kami berharap pelanggan segera melakukan kewajibannya, di mana tunggakan terbesar adalah pelanggan di Kecamatan Penajam,” pungkas Taufik. (nav)

 

Berita Terkait

Aksi Demonstrasi Korban Bekas Lubang Tambang di Polda Kaltim Berakhir Ricuh, Enam Mahasiswa Terluka

Besok, Ustadz Abdul Somad jadi Khatib Salat Jumat dan Isi Tablik Akbar di Masjid Al Qadar Tenggarong

Banjir di Mahulu Sudah Setinggi Empat Meter, BPBD Kaltim Kerahkan Personel untuk Evakuasi

Mahulu Diterjang Banjir, Lima Kecamatan Terendam Imbas Limpahan Air dari Ulu Mahakam dan Sungai Boh Malinau

P2LH-SDA Unmul Sudah Ambil Sampel Air SKM yang Berwarna Hijau

Pasar Baqa di Samarinda Seberang Diresmikan, Fasilitasnya Dilengkapi Masjid dan Lift Khusus Barang

Bermula dari Cekcok, Empat Pelaku Penganiayaan Anak di Samboja Ditangkap Polisi

Tiga Hari Air SKM Samarinda Berubah Warna

Bayi Perempuan Dibungkus Kain Putih Ditemukan di Semak Belukar, Polisi Selidiki Sekitar TKP Cari Pelaku

Empat Tersangka Penggerebekan saat Pesta Narkoba di Penginapan Samarinda Seberang Berpotensi Direhab

Pemkot Samarinda Luncurkan Aplikasi Perjalanan Dinas, Andi Harun: Meminimalkan Praktik Tidak Benar

Jalinan Asmara Diputus, Pria 30 Tahun Sebar Cuplikan Video Hubungan Intim dengan Mahasiswi di Samarinda

Hujan Deras Sejak Pagi Tadi, Kecamatan Long Apari Dilanda Banjir, Pipa Air Bersih Kampung Long Kerioq Terancam Putus

Pj Gubernur Bakal Evaluasi BKT, KIP Kaltim Sebut Langkah yang Tepat

Niat Mencari Kijing Bersama Tiga Temannya, Remaja Lelaki Tewas Tenggelam di Kolam Kebun Warga di Loa Tebu

Gadis Tujuh Tahun di Bontang Tewas Tenggelam Saat Bermain Sepeda

Sempekat Keroan Kutai Usulkan Lokasi CFD Dipindah ke Kawasan Kedaton

Tiga Pasang Remaja Pesta Narkoba di Penginapan Kawasan Samarinda Seberang, Empat Diantaranya Diamankan Petugas

Copyright © 2024 - Korankaltim.com

Tunggu sebentar ya. Kami sedang menyiapkannya untukmu.