Kondisi itu memicu terjadinya banjir bandang di Kecamatan Long Apari (Lopa), membuat pipa air bersih rusak dan terancam putus. Distribusi air bersih ke tujuh kampung di kecamatan tersebut pun terpaksa dihentikan sementara oleh pemerintah kecamatan setempat.
Camat Kecamatan Lopa Petrus Ngo kepada Korankaltim.com saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler siang tadi menjelaskan hal tersebut.
Petrus menyebut, banjir terjadi sejak pagi tadi dan menggenangi sejumlah kampung Terutama Kampung Long Penaneh Satu yang terdapat empat rumah terdampak.
“Tapi tidak ada korban jiwa, akses masyarakat seperti jalan dan jembatan juga tidak ada yang terputus,” kata Petrus.
Aktivitas belajar mengajar di sejumlah sekolah yang ada di Lopa masih berjalan seperti biasa karena bangunan-bangunan sekolah di sana berada di dataran tinggi.
"Tapi yang jelas pipa air bersih yang nyeberang Sungai Mahakam rusak total. Yang beredar di sosial media itu benar. Rusak karena dihantam banjir," ungkap Petrus.
Pihak kecamatan sudah melaporkan hal ini kepada Pemerintah Kabupaten Mahulu melalui grup whatsapp dengan para pimpinan.
"Sekda dan wakil bupati sudah tahu kejadian ini. Tanggapannya kami disini diminta untuk terus memantau dan melaporkan perkembangan ke kabupaten," ucap Petrus.
Sementara ini kondisi cuaca di wilayah tersebut terpantau akan turun hujan sehingga berpotensi akan memicu debit sungai akan naik.
"Kami tidak berani dekat dengan pipa, khawatir jadi korban dan terancam putus, kami imbau warga yang bermukim di situ untuk menghindar. Karena takut slengnya putus," tutup Petrus.
Editor: Aspian Nur