Kamis, 16/05/2024

Aksi Demonstrasi Korban Bekas Lubang Tambang di Polda Kaltim Berakhir Ricuh, Enam Mahasiswa Terluka

Kamis, 16/05/2024

Aksi demonstrasi mahasiswa PMII di Polda Kaltim berakhir ricuh, enam mahasiswa luka-luka akibat kericuhan ini, Kamis (16/5/2024). (Dok. PMII)

Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Aksi Demonstrasi Korban Bekas Lubang Tambang di Polda Kaltim Berakhir Ricuh, Enam Mahasiswa Terluka

Kamis, 16/05/2024

logo

Aksi demonstrasi mahasiswa PMII di Polda Kaltim berakhir ricuh, enam mahasiswa luka-luka akibat kericuhan ini, Kamis (16/5/2024). (Dok. PMII)

Penulis: David Purba

KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Aksi demonstrasi mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kaltimtara di Mapolda Kaltim pada Kamis (16/5/2024) sore berakhir ricuh.

Aksi demonstrasi yang mereka lakukan ini terkait bertambahnya korban kematian anak di bekas lubang tambang maupun galian c yang ada di Kaltim.  

Ketua PKC PMII Kaltimtara, Sainuddin mengatakan, demonstrasi tersebut semula berjalan kondusif. Mahasiswa secara bergantian berorasi degan membentangkan sejumlah spanduk. 

Satu jam berjalan, aksi demonstrasi yang menuntut kepolisian untuk mengusut tuntas korban kematian anak di lubang bekas tambang dan galian  c itu memanas setelah massa aksi membakar ban bekas di depan gerbang Mapolda. 

"Saat api hendak dipadamkan, teman-teman mahasiswa mencoba menghalangi agar api tidak padam. Kemudian salah satu personel polisi pun mendekat ke arah mobil komando milik PMII," kata Sainuddin, Kamis (16/5/2024). 

Melihat kondisi itu, sejumlah mahasiswa pun menghalau polisi tersebut yang diduga hendak membawa mobil komando. Tindakan itu kemudian membuat situasi kian memanas hingga terjadi aksi saling dorong antara petugas dan massa aksi. 

"Temen-temen ada yang terkena pukulan,hingga mengalami luka benjol di kepala dan bekas cekikan di leher," ujarnya. 

Sainuddin pun menyayangkan tindakan refresif kepolisian tersebut. Ia memastikan PMII akan mengambil langkah tegas dengan membawa lembaga bantuan hukum untuk melaporkan tindakan refresif tersebut ke Propam Polda Kaltim. 

“Kami rasa ini sudah sangat berlebihan, apa yang dilakukan aparat kepolisian sudah melewati batas. Kami juga akan bersurat ke PB PMII untuk juga menyuarakan tindakan refresif kepolisian ke Mabes Polri," ucapnya. 

Selain itu, Sainuddin juga mengungkapkan bahwa sepekan ke depan, PMII se-Kaltimtara juga akan melakulan aksi solidaritas di masing-masing 10 kabupaten/kota atas tindakan refresif kepolisian dalam pengamanan demonstrasi tersebut. 

Sainuddin menjelaskan, kedatangan massa aksi di Polda Kaltim itu untuk melayangkan enam poin tuntutan atas bertambahnya korban bekas lubang tambang dan galian c di Kaltim. 

Dimana diketahui bersama, dua pekan terakhir terjadi dua musibah atas tewasnya tiga anak di lubang bekas tambang. Pada 5 Mei 2024 dua kakak beradik meninggal di lubang tambang di Loah Buah, Kecamatan Sungai Kunjang. Kemudian seorang remaja berusia 13 tahun tewas tenggelam saat berenang di bekas galian pasir di Samboja, Kutai Kartanegara pada 11 Mei 2024. 

Dua kejadian ini kemudian menambah daftar panjang tewas nya anak-anak di bekas lubang tambang menjadi 48 korban.  "Kami mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk melakukan investigasi terhadap semua kasus anak yang mati di lubang tambang," tegas Sainuddin. 

Media ini telah berupaya menghubungi Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Artanto, hanya saja sampai berita ini diterbitkan belum ada jawaban dari pihak kepolisian atas kericuhan tersebut. 


Editor: Maruly Z

Aksi Demonstrasi Korban Bekas Lubang Tambang di Polda Kaltim Berakhir Ricuh, Enam Mahasiswa Terluka

Kamis, 16/05/2024

Aksi demonstrasi mahasiswa PMII di Polda Kaltim berakhir ricuh, enam mahasiswa luka-luka akibat kericuhan ini, Kamis (16/5/2024). (Dok. PMII)

Berita Terkait


Tunggu sebentar ya. Kami sedang menyiapkannya untukmu.