Senin, 28/09/2026
Senin, 28/09/2026
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono saat menghadiri prosesi Ngulur Naga Laki dan Naga Bini dibawa dari Museum Tenggarong menuju Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana. (Dok. Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)
Senin, 28/09/2026

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono saat menghadiri prosesi Ngulur Naga Laki dan Naga Bini dibawa dari Museum Tenggarong menuju Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana. (Dok. Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) berkomitmen penuh mendukung serta membangun kota cerdas masa depan tanpa mengesempingkan identititas dan akar budaya lokal. Sebagai wujud nyata, pihaknya berencana untuk memboyong festival budaya Erau Adat Kutai ke kawasan IKN pada 2027 mendatang.
Rencana ini di sampaikan langsung oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono yang menyebut gagasan ini merupakan permintaan langsung dari Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Sultan Aji Muhammad Arifin.
"Setelah kami berdiskusi Sultan meminta agar Erau bisa digelar di IKN tahun-tahun depan dan saya katakan silakan saja. Kami sangat menyambut baik," kata Basuki.
Meski demikian, OIKN belum merinci bentuk maupun waktu pelaksanaan pastinya karena konsep ini masih perlu dimatangkan bersama pihak terkait. Filosofi Erau memikiki makna mendalam sebagai ruang sakral yang menyatukan pemimpin, rakyat dan lingkungan.
Nilai leluhur ini yang menjadi inspirasi pembangunan IKN. Kehadiran IKN sebagai kota yang cerdas dan futuristik justru harus berjalan beriringan dengan kebudayaan lokal, bukan malah menenggelamkannya.
Wacana memboyong Erau ke IKN dinilai sangat memungkinkan, mengingat kawasan ibu kota baru memiliki keterkaitan sejarah yang kuat dengan wilayah Kesultanan Kutai Kartanegara.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara (Disdikbud Kukar) sekaligus Juru Bicara Kesultanan Heriansyah menjelaskan, secara historis, wilayah IKN merupakan bagian dari wilayah Kesultanan Kutai sebelum adanya pemekaran wilayah administratif ke Penajam Paser Utara (PPU).
"IKN itu secara wilayah administrasinya dulu adalah wilayah adminstrasi Kukar, makanya kalau berbicara Erau sangat memungkinkan dilaksanakan di sana," kata Heriansyah, Senin (28/9/2026).
Meski begitu, ia menggarisbawahi, tata cara pelaksanaan Erau di IKN nantinya akan berbeda dengan prosesi sakral yang rutin digelar di Tenggarong.
"Kalau terealisasi, festival di IKN ini dapat menggunakan format seperti konsep Erau Plus atau Erau Pelas Tanah rangkaiannya dirancang khusus sesuai konteks kawasan IKN tapi tetap menjaga esensi adat Kutai," ujar Heri lagi.
Pelaksanaan Erau diluar Kota Raja ini bukan hal baru, Sebelumnya, tradisi ini juga sukses berkembang di wilayah lain yang memiliki keterkaitan sejarah, seperti Erau Adat Benua Tuha di Muara Kaman Kabupaten Kukar dan Erau Pelas Benua Guntung di Kota Bontang.
Hadirnya Erau di IKN mendatang diharapkan tidak hanya menjadi sarana untuk mengenalkan tradisi Kutai kepada masyarakat luas dan generasi muda, tetapinjuga menjadi ruang baru bagi kebudayaan lokal untuk bersanding harmonis di pusat pemerintahan masa depan Indonesia.
Editor: Aspian Nur
Senin, 28/09/2026
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono saat menghadiri prosesi Ngulur Naga Laki dan Naga Bini dibawa dari Museum Tenggarong menuju Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana. (Dok. Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)
TERPOPULER