Forum tersebut mempertanyakan mekanisme penggunaan suara kementerian dalam pemilihan rektor yang dinilai perlu dijelaskan secara transparan kepada publik.
Presidium Forum Gerakan Moral Peduli Pendidikan Kaltim, Vendy Meru, menyampaikan sorotan tersebut muncul di tengah kekhawatiran terhadap transparansi pemilihan rektor Unmul. Sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait dugaan intervensi dalam proses pemilihan, pihaknya bahkan menggelar aksi dengan menutup gerbang kampus.
“Kita pastinya mempertanyakan, salah satu hal yang perlu diklarifikasi adalah penggunaan 48 suara yang disebut berasal dari kementerian. Mekanisme pemberian suara ini seharusnya bisa dijelaskan agar tidak menimbulkan pertanyaan mengenai proses pengambilan keputusan,” ujarnya, Kamis (1/10/2026).
Ia menyebut, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Fauzan, turut hadir dalam proses tersebut dengan membawa surat dukungan. Sementara itu, 47 pemilik suara lainnya disebut tidak hadir secara langsung, tetapi suaranya tetap diperhitungkan dalam pemilihan.
Menurutnya, kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai penerapan hak suara dalam pemilihan rektor. Dia meminta pihak terkait menjelaskan dasar penggunaan suara kementerian, termasuk mekanisme yang memungkinkan suara dari pihak yang tidak hadir secara langsung tetap masuk dalam perhitungan.
“Intinya, kita ini meminta keterbukaan dan penjelasan mengenai porsi 35 persen itu. Kalau dikonversi menjadi 48 suara, orang memahami prinsipnya satu orang satu suara,” ucapnya.
Lebih lanjut, Vendy menilai hasil pemilihan tahap awal perlu menjadi bahan pertimbangan untuk melihat dinamika dukungan terhadap masing-masing kandidat. Apalagi menurutnya Prof. Abdunnur sebelumnya sempat unggul dengan perolehan 65 suara dari total 91 suara pada pemilihan awal.
“Kita melihat dari hasil ini sebenarnya menunjukkan besarnya dukungan yang diperoleh Abdunnur. Oleh karena itu kita mempertanyakan, bagaimana suara kementerian diperhitungkan pada tahapan berikutnya dan sejauh mana mekanisme tersebut memengaruhi hasil akhir pemilihan,” katanya.
Berdasarkan persoalan tersebut, Vendy menduga adanya campur tangan kementerian dalam proses pemilihan Rektor Unmul. Namun, dia menegaskan bahwa dugaan itu merupakan pandangan pihaknya yang perlu dijawab melalui penjelasan terbuka dari pihak terkait.
Editor: Erwin