Selasa, 07/07/2026
Selasa, 07/07/2026
Jembatan Achmad Amins ketika siang hari. Dishub Samarinda memastikan perbaikan penerangan dimulai tahun ini. (Foto: Ayu/KoranKaltim.com)
Selasa, 07/07/2026

Jembatan Achmad Amins ketika siang hari. Dishub Samarinda memastikan perbaikan penerangan dimulai tahun ini. (Foto: Ayu/KoranKaltim.com)
Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Kondisi gelap di Jembatan Achmad Amins pada malam hari masih menjadi keluhan masyarakat karena telah mengurangi rasa aman dan kenyamanan pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai menyiapkan langkah perbaikan untuk memulihkan fasilitas penerangan di jalan penghubung antar wilayah itu.
Upaya ini dilakukan guna merespons keluhan masyarakat terkait kondisi jembatan yang gelap pada malam hari akibat jaringan kabelnya berulang kali menjadi sasaran pencurian.
Saat ini, proses perbaikan masih berada pada tahap persiapan administrasi sebelum masuk ke tahapan pengadaan atau lelang proyek.
“Kalau progres sekarang masih tahap persiapan administrasi. Untuk lelang nanti tergantung pengguna anggaran,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Prasarana Dishub Samarinda, Addin Ar Ridlo pada Selasa, (7/7/2026).
Adapun pekerjaan yang akan dilakukan mencakup penggantian jaringan kabel, panel listrik, serta Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang terdampak aksi pencurian.
Mengingat kondisi fiskal daerah saat ini, pihaknya memilih memfokuskan anggaran agar penerangan jalan utama dapat menyala terlebih dahulu, sedangkan lampu sorot tematik belum menjadi prioritas.
“Yang rusak itu instalasi kabel, box panel, dan lampu. Untuk saat ini yang kami prioritaskan baru LPJU, belum lampu tematik. Lampu sorot juga belum karena fokus kami yang prioritas dulu,” terangnya.
Secara fisik, lampu sorot di jembatan sebenarnya masih terpasang di tempatnya. Namun, jaringan kabel yang menyuplai arus listrik ke lampu tersebut ikut raib digondol maling sehingga belum dapat difungsikan kembali.
Berdasarkan catatan Dishub Samarinda, aksi pencurian kabel di Jembatan Achmad Amins sudah terjadi dua kali. Kedua kasus tersebut bahkan telah diproses hukum hingga persidangan, meski dilakukan oleh pelaku yang berbeda.
Kabel yang dicuri merupakan jaringan dengan panjang total sekitar 1,4 kilometer (km). Namun, tidak seluruhnya berhasil ditarik karena sebagian berada pada posisi yang sulit dijangkau oleh pelaku.
“Yang mudah ditarik lumayan panjang juga. Memang yang diincar itu tembaganya,” imbuhnya.
Selain menyiapkan pengadaan kabel baru, Dishub saat ini juga masih melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi lampu penerangan yang tersisa. Penarikan kabel secara paksa oleh para pelaku dikhawatirkan turut merusak bohlam maupun komponen instalasi lainnya.
“Bohlamnya sejauh ini masih aman, Cuma dampak dari kabel yang ditarik paksa itu masih kami cek,” tuturnya.
Melalui penanganan bertahap ini, ditargetkan jembatan bisa segera terang kembali dalam waktu dekat, sebelum menghitung kebutuhan perbaikan menyeluruh pada tahap berikutnya.
“Yang penting sekarang jembatan bisa terang dulu. Harapannya tahun ini pekerjaan bisa terlaksana dengan baik,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Selasa, 07/07/2026
Jembatan Achmad Amins ketika siang hari. Dishub Samarinda memastikan perbaikan penerangan dimulai tahun ini. (Foto: Ayu/KoranKaltim.com)
TERPOPULER