Selasa, 07/07/2026
Selasa, 07/07/2026
Seorang petugas medis di salah satu puskesmas di Kota Samarinda sedang melayani pendaftaran untuk Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). (Foto: Ayu/Korankaltim.com)
Selasa, 07/07/2026

Seorang petugas medis di salah satu puskesmas di Kota Samarinda sedang melayani pendaftaran untuk Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). (Foto: Ayu/Korankaltim.com)
Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Ketakutan mengetahui kondisi kesehatan diri sendiri membuat sebagian Masyarakat Kota Samarinda masih enggan memanfaatkan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Padahal program pemerintah yang terintegrasi dengan aplikasi Satu Sehat ini disediakan tanpa dipungut biaya sebagai langkah deteksi dini penyakit.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda hingga Juni 2026, sekitar 28 ribu warga telah mendaftar program tersebut. Dari jumlah ini, tingkat penyelesaian pemeriksaan tergolong tinggi di puskesmas yang melayani CKG. "Dari yang mendaftar, lebih dari 90 persen sudah berhasil diperiksa," kata Kepala Dinkes Samarinda, Ismed Kusasih.
Meski angka partisipasi mencapai puluhan ribu, diakuinya tantangan terbesar pelaksanaan program bukan berasal dari ketersediaan sarana maupun peralatan medis, melainkan rendahnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri secara sukarela.
Banyak yang sengaja menghindar karena khawatir mengetahui penyakit yang mungkin mereka derita. "Padahal mencegah jauh lebih baik daripada mengobati," tegas Ismed.
Disamping faktor psikologis masyarakat, pelaksanaan program di lapangan juga dihadapkan pada tantangan berupa keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) di puskesmas.
Proses pemeriksaan CKG membutuhkan waktu yang cukup lama karena jenis layanannya bervariasi, disesuaikan dengan kelompok usia peserta.
Tantangan kian berat karena pada saat yang sama, para tenaga kesehatan harus tetap menjalankan pelayanan rutin harian di puskesmas.
"Petugas kesehatan juga harus melayani pasien, posyandu, pelayanan bidan, dan tugas lainnya," jelasnya.
Kendati kekurangan tenaga kerja, Ismed memastikan kendala tersebut tidak sampai mengganggu jalannya program. Seluruh puskesmas di Kota Tepian tetap memberikan pelayanan CKG sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Kelancaran juga didukung oleh logistik medis yang memadai. Ketersediaan bahan habis pakai, seperti alat pemeriksaan gula darah maupun kebutuhan laboratorium sederhana, dipastikan masih dalam kondisi aman sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
Ke depan masyarakat diharapkan dapat mengikis rasa takut tersebut dan mulai memanfaatkan program CKG secara berkala demi mencegah penyakit berkembang ke kondisi yang lebih serius. "Sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif," tutup Ismed.
Editor: Aspian Nur
Selasa, 07/07/2026
Seorang petugas medis di salah satu puskesmas di Kota Samarinda sedang melayani pendaftaran untuk Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). (Foto: Ayu/Korankaltim.com)
TERPOPULER