Senin, 01/11/2021
Senin, 01/11/2021
Tim Basarnas Samarinda saat melakukan penyelaman di kedalaman 30 meter, dalam upaya pencarian korban tenggelam di eks lobang tambang Senin (1/11/2021) hari ini. (Foto:Nancy/korankaltim.com)
Senin, 01/11/2021

Tim Basarnas Samarinda saat melakukan penyelaman di kedalaman 30 meter, dalam upaya pencarian korban tenggelam di eks lobang tambang Senin (1/11/2021) hari ini. (Foto:Nancy/korankaltim.com)
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) Samarinda belum mendapatkan jasad Febi Abdi Witanto yang diduga tenggelam di eks lubang tambang kawasan Makroman Sambutan, Minggu (31/10/2021) sekitar pukul 16.30 WITA kemarin.
Sampai Senin (1/11/2021) hari ini, pencarian terus dilakukan dimana tim Basarnas Samarinda melakukan penyelaman hingga sedalam 30 meter dititik terakhir Febi terlihat petang kemarin.
Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda Dwi Adi Wibowo kepada Korankaltim.com di lokasi kejadian menjelaskan pencarian yang belum membuahkan hasil tersebut.
"Tadi pagi kami sudah melakukan penyelaman dengan kedalaman 30 meter di titik tempat pemuda itu diduga tenggelam, tetapi hasilnya masih nihil," kata Dwi.
"Kondisi air di bawah seperti jurang, sehingga kami tidak tahu sejauh mana ke dalamannya, jadi kami juga tidak ingin mengambil resiko," ungkapnya.
Usai istirahat siang ini, tim akan kembali melanjutkan pencarian. “Kami akan membuat pusaran air di pinggir dimana lokasi terakhir pemuda itu terlihat, siapa tahu nanti bisa muncul ke permukaan," harap Dwi.
Ditanya terkait kendala dalam pencarian pemuda 25 tahun itu, Dwi menyebutkan kedalaman danau yang tidak diketahui pasti karena seperti lereng jadi kendala tersebut.
"Kami tidak tahu kedalamannya karena posisi di dalam lereng menjorok ke bawah sementara penyelaman ini tidak bisa lebih dari 60 meter. Selain itu, dari informasi warga ada hewan buas yang sering muncul di danau, itu kendalanya," papar Dwi.
Febi Abdi Witanto diketahui tak lagi terlihat setelah meloncat ke dalam kolam eks tambang di kawasan Makroman tersebut saat dirinya bersama beberapa temannya membakar burung yang telah dibawa dari rumah. Febi mengajak teman-temannya untuk berenang di kolam eks tambang namun ditolak, sampai akhirnya teman-temannya mau dengan Febi terlebih dulu meloncat ke dalam kolam tersebut yang memiliki ketinggian sekitar 20 sampai 30 meter.
Saat meloncat mengenakan celana pendek tanpa baju, Febi diduga salah pijak, terpeleset dan jatuh tidak sempurna. Video aksi loncat Febi itu pun sudah tersebar dan viral di media social.
Saat tiba di dalam kolam, Febi sempat berenang ke tepi tapi diduga mengalami sesak napas sehingga tak kuat dan tenggelam.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur
Senin, 01/11/2021
Tim Basarnas Samarinda saat melakukan penyelaman di kedalaman 30 meter, dalam upaya pencarian korban tenggelam di eks lobang tambang Senin (1/11/2021) hari ini. (Foto:Nancy/korankaltim.com)
TERPOPULER