Rabu, 10/06/2026
Rabu, 10/06/2026
Bangunan SMPN 2 Samarinda yang akan mendapatkan bantuan revitalisasi dari Kemendikdasmen di tahun 2026 (Dok/Korankaltim.com).
Rabu, 10/06/2026

Bangunan SMPN 2 Samarinda yang akan mendapatkan bantuan revitalisasi dari Kemendikdasmen di tahun 2026 (Dok/Korankaltim.com).
Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Program revitalisasi sekolah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tetap menyentuh Kota Samarinda pada 2026, meski jumlah sekolah penerima bantuan mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Samarinda, M Wahidudin, mengatakan berkurangnya jumlah sekolah penerima revitalisasi tidak terlepas dari kebijakan pemerintah pusat yang memprioritaskan penanganan dampak bencana di sejumlah daerah di Pulau Sumatera.
“Tahun ini memang berkurang karena ada faktor efisiensi dan juga adanya bencana di Aceh serta beberapa daerah di Sumatera. Kebijakan pemerintah pusat lebih memprioritaskan revitalisasi sekolah di wilayah tersebut,” ujarnya, kepada Koran Kaltim, Rabu (10/6/2026).
Meski demikian, Samarinda tetap memperoleh bantuan revitalisasi melalui jalur aspirasi. Wahidudin menegaskan program tersebut masih berjalan, hanya jumlah penerimanya tidak sebanyak tahun lalu.
Pada 2025, sebanyak 24 sekolah di Samarinda memperoleh bantuan revitalisasi, terdiri dari 16 SMP dan 8 SD. Sementara pada 2026 jumlahnya turun menjadi tujuh sekolah, yakni tiga SMP dan empat SD.
Untuk jenjang SMP, sekolah yang mendapat program revitalisasi tahun ini adalah SMP Negeri 37 Samarinda, SMP Negeri 2 Samarinda, dan SMP Negeri 26 Samarinda.
Menurut Wahidudin, bentuk pekerjaan yang dilakukan didominasi rehabilitasi bangunan dan ruang kelas guna meningkatkan kenyamanan serta kualitas lingkungan belajar siswa.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti saat berkunjung ke Kaltim menyampaikan bahwa pemerintah tetap melanjutkan program revitalisasi sekolah pada 2026. Namun, jumlah penerima bantuan disesuaikan dengan prioritas nasional dan hasil verifikasi yang dilakukan pemerintah pusat.
Kendati alokasi untuk Samarinda menurun, Disdikbud memastikan bantuan yang diterima tetap menjadi langkah penting untuk memperbaiki sarana pendidikan yang membutuhkan penanganan mendesak. Dengan revitalisasi tersebut, sekolah diharapkan mampu menyediakan fasilitas belajar yang lebih layak dan aman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.
Editor: Erwin
Rabu, 10/06/2026
Bangunan SMPN 2 Samarinda yang akan mendapatkan bantuan revitalisasi dari Kemendikdasmen di tahun 2026 (Dok/Korankaltim.com).
TERPOPULER