Selasa, 09/06/2026
Selasa, 09/06/2026
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Berau, Iswahyudi. (Indri/Korankaltim.com).
Selasa, 09/06/2026

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Berau, Iswahyudi. (Indri/Korankaltim.com).
Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Berau mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Namun hingga kini, realisasinya masih tertahan karena lahan yang disiapkan pemerintah daerah belum memenuhi syarat siap bangun sebagaimana ketentuan yang ditetapkan kementerian.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Berau, Iswahyudi, menegaskan bahwa usulan pembangunan Sekolah Rakyat sebenarnya telah memperoleh respons positif dari pemerintah pusat.
Kendala yang dihadapi saat ini bukan lagi persoalan administrasi maupun perizinan, melainkan kesiapan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan.
“Bukan ditolak. Kementerian itu minta tanah itu sudah clear and clean, sudah siap bangun. Kita belum siap,” kata Iswahyudi.
Ia menjelaskan, lahan yang disiapkan berada di Kecamatan Gunung Tabur dengan luas sekitar tujuh hektare. Lokasi tersebut telah melalui proses peninjauan dan sebagian besar persyaratan administrasi juga telah dipenuhi. Namun, kondisi lahan masih memerlukan penataan lebih lanjut sebelum dapat digunakan untuk pembangunan fisik.
Menurutnya, hingga saat ini baru sekitar satu hektare lahan yang berhasil diratakan. Keterbatasan anggaran daerah menjadi faktor utama yang menghambat percepatan pekerjaan penyiapan kawasan tersebut.
“Kita sudah ditinjau. Perizinan dan sebagainya sudah masuk. Usulannya sudah, tinggal itu saja. Lahannya tujuh hektare, baru sekitar satu hektare yang diratakan,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Pemerintah daerah memilih memprioritaskan pembangunan akses jalan menuju lokasi. Infrastruktur tersebut dianggap penting untuk mendukung mobilisasi material dan aktivitas pembangunan ketika proyek Sekolah Rakyat mulai dilaksanakan.
“Tahun ini karena tidak ada uang, sudah dikerjakan jalan masuknya dulu,” katanya.
Selain akses jalan, pemerintah daerah juga masih harus melengkapi kebutuhan dasar berupa jaringan listrik dan air bersih. Kedua fasilitas tersebut menjadi syarat penting agar kawasan dapat dinyatakan siap digunakan untuk pembangunan.
Iswahyudi mengakui, tantangan terbesar saat ini adalah keterbatasan anggaran yang semakin terasa di tengah kebijakan efisiensi yang diterapkan pemerintah. Meski demikian, pihaknya tetap berupaya mempercepat proses persiapan lahan agar program tersebut dapat segera direalisasikan.
“Kalau lahannya itu belum siap, belum bisa. Tantangannya itu saja sebetulnya. Apalagi sekarang efisiensi,” ungkapnya.
Apabila pembangunan Sekolah Rakyat dapat direalisasikan, fasilitas yang tersedia nantinya tidak hanya berupa ruang belajar, tetapi juga asrama, lapangan olahraga, dan berbagai sarana penunjang lainnya. Konsep tersebut dirancang untuk memberikan layanan pendidikan terpadu bagi siswa dari keluarga kurang mampu maupun anak-anak yang putus sekolah.
“Di dalamnya ada sekolah, asrama, lapangan. Pokoknya tinggal masuk,” tuturnya.
Ia berharap dukungan dari berbagai pihak dapat membantu mempercepat pemenuhan kebutuhan lahan sehingga pembangunan dapat segera dimulai. Kehadiran Sekolah Rakyat dinilai akan membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat Berau, terutama bagi anak-anak yang selama ini terkendala biaya maupun jarak sekolah.
“Anak-anak yang putus sekolah ini bisa sekolah tanpa memikirkan biaya,” tandasnya.
Editor: Erwin
Selasa, 09/06/2026
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Berau, Iswahyudi. (Indri/Korankaltim.com).
TERPOPULER