Kamis, 11/06/2026

Pembangunan Dapur MBG di Rutan Kelas I Samarinda Capai 70 Persen, Warga Binaan Disiapkan Jadi Tenaga Pendukung

Kamis, 11/06/2026

Bangunan dapur SPPG di Rutan Kelas I Samarinda yang kini masih berprogres dan ditargetkan beroperasi Agustus. (Ayu/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Pembangunan Dapur MBG di Rutan Kelas I Samarinda Capai 70 Persen, Warga Binaan Disiapkan Jadi Tenaga Pendukung

Kamis, 11/06/2026

logo

Bangunan dapur SPPG di Rutan Kelas I Samarinda yang kini masih berprogres dan ditargetkan beroperasi Agustus. (Ayu/Korankaltim.com)

Penulis: Ayu Norwahliyah

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Samarinda, Kecamatan Samarinda Utara memasuki tahap akhir. 

Hingga pertengahan Juni 2026, progres pembangunan fasilitas pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu telah mencapai sekitar 70 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus mendatang.

Kepala Rutan Kelas I Samarinda, Rachmad Tri Raharjo mengatakan pembangunan dapur SPPG tersebut merupakan program Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang dijalankan di sejumlah unit pemasyarakatan di Indonesia.

Di Kalimantan Timur (Kaltim), saat ini terdapat tiga titik pembangunan SPPG, yakni di Lapas Samarinda Jalan Jenderal Sudirman, Rutan Samarinda, dan Lapas Narkotika Samarinda di Bayur.

“Kalau untuk pembangunan saat ini kurang lebih sudah 70 persen. Tinggal tahap finishing saja. Targetnya akhir Juli selesai sehingga Agustus sudah bisa operasional,” ujar Rachmad.

Keberadaan dapur SPPG tidak hanya mendukung program MBG nasional, tetapi juga menjadi sarana pembinaan bagi warga binaan.

Nantinya, sejumlah warga binaan yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif akan dilibatkan sebagai tenaga pendukung dapur.

Mereka akan bertugas membantu pekerjaan operasional seperti mencuci peralatan, melakukan penyortiran bahan, hingga membantu proses pengolahan makanan.

“Tujuan utamanya untuk pembinaan warga binaan. Jadi mereka bisa mendapatkan pengalaman kerja dan keterampilan saat kembali ke lingkungan masyarakat,” katanya.

Meski demikian, warga binaan tidak akan menempati posisi strategis seperti kepala dapur, ahli gizi maupun tenaga distribusi makanan. Posisi tersebut sepenuhnya diisi tenaga profesional dari luar yang telah ditentukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan yayasan pengelola.

Adapun jumlah warga binaan yang diproyeksikan terlibat dalam operasional dapur mencapai sekitar 20 orang.

Proses pemilihannya dilakukan secara ketat melalui asesmen, sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP), serta mempertimbangkan rekam jejak perilaku selama menjalani masa pidana.

“Yang utama berkelakuan baik dan memenuhi syarat. Tidak semua warga binaan bisa ikut karena ada proses penilaian yang cukup panjang,” tegasnya.

Selain memperoleh keterampilan, warga binaan yang bekerja di dapur SPPG juga akan mendapatkan premi sebagai bentuk penghargaan atas pekerjaan yang dilakukan.

Namun dana tersebut tidak diberikan secara tunai, melainkan disimpan melalui rekening tabungan dan dapat dimanfaatkan setelah mereka bebas.

Rachmad menilai skema tersebut dapat menjadi jembatan bagi warga binaan untuk memperoleh peluang kerja setelah menyelesaikan masa hukuman.

“Harapannya setelah bebas mereka sudah punya pengalaman dan peluang kerja yang lebih jelas,” pungkasnya.


Editor: Erwin

Pembangunan Dapur MBG di Rutan Kelas I Samarinda Capai 70 Persen, Warga Binaan Disiapkan Jadi Tenaga Pendukung

Kamis, 11/06/2026

Bangunan dapur SPPG di Rutan Kelas I Samarinda yang kini masih berprogres dan ditargetkan beroperasi Agustus. (Ayu/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait