Jumat, 11/09/2026

Hutan Kota Nipah-Nipah Disiapkan Jadi Pusat Edukasi Flora-Fauna, Disperkimtan Usulkan Rp5 Miliar

Jumat, 11/09/2026

Hutan Kota Nipah-Nipah yang berada di belakang Kantor Bupati PPU. (Dinda/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Hutan Kota Nipah-Nipah Disiapkan Jadi Pusat Edukasi Flora-Fauna, Disperkimtan Usulkan Rp5 Miliar

Jumat, 11/09/2026

logo

Hutan Kota Nipah-Nipah yang berada di belakang Kantor Bupati PPU. (Dinda/Korankaltim.com)

Penulis: Dinda Ayu Dwi Meylani

KORANKALTIM.COM, PENAJAM – Kawasan Hutan Kota Nipah-Nipah yang melihatkan keasrian alam yang berada di belakang Kantor Bupati Penajam Paser Utara (PPU) rencana akan dikembangkan sebagai tempat edukasi dan observasi flora serta fauna.

Kepala Bidang Perumahan, Permukiman, dan Pertamanan Disperkimtan PPU, Khairil Ahmad, mengatakan total anggaran yang diusulkan untuk merealisasikan pengembangan infrastruktur tersebut mencapai sekitar Rp5 miliar.

“Yang kami usulkan kemarin kurang lebih ada sekitar Rp5 miliar usulannya. Kami juga sudah buat rencana kerja anggarannya dan beberapa dokumennya sudah kami sampaikan ke Bagian Perekonomian untuk ditindaklanjuti,” ujar Khairil, Jumat (11/9/2026).

Salah satu fasilitas yang disiapkan adalah pusat informasi di mana akan dirancang sebagai pusat layanan edukasi yang menyediakan informasi mengenai flora dan fauna, maket kawasan, tata letak, hingga rujukan jalur observasi.

Selain itu, Disperkimtan PPU mengusulkan pembangunan jalan observasi berupa jalur pejalan kaki atau tracking sepanjang kurang lebih 1,1 kilometer. Jalur tersebut nantinya dapat digunakan untuk memfasilitasi kegiatan tinjauan dan penelitian lapangan.

Selain itu, Disperkimtan juga mengusulkan pembangunan menara pantau. Bangunan ini direkomendasikan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), tidak hanya untuk memantau potensi kebakaran secara dini, tetapi juga mempermudah observasi flora, fauna, dan kegiatan penelitian.

Ia menjelaskan Hutan Kota Nipah-nipah masuk dalam kategori hutan kerangas yang rentan dan rawan musnah sehingga diperlukan penanganan serta perlindungan khusus, terutama dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Menara pantau ini penting karena hutan kota kita ini masuk kategori hutan kerangas yang rawan. Yang paling kami khawatirkan itu kebakaran hutan,” jelas Khairil.

Disisi lain, Disperkimtan PPU juga mengusulkan pembangunan embung atau bozem, berupa kolam penampungan air seluas kurang lebih 100 meter per segi. Fasilitas tersebut disiapkan sebagai sumber air darurat apabila terjadi karhutla, api tidak meluas ke area Hutan Kota.

“Kalau ada bozem, kita bisa antisipasi menggunakan sumber air di situ jika terjadi hal seperti karhutla di Pondok Belanda kemarin yang hampir memasuki hutan kota,” lanjutnya.

Ia mengatakan kawasan Hutan Kota nipah-nipah saat ini tetap terbuka bagi masyarakat umum, pelajar, maupun kalangan perguruan tinggi yang ingin melakukan kunjungan edukasi atau observasi.

“Sebenarnya terbuka saja untuk umum. Kalau dari sekolah atau perguruan tinggi mau observasi atau tinjauan, silakan mengajukan surat permohonan. Bagi masyarakat yang ingin berkunjung juga diperbolehkan, asal tujuannya benar dan menjaga aturan,” pungkasnya.

Editor: Erwin

Hutan Kota Nipah-Nipah Disiapkan Jadi Pusat Edukasi Flora-Fauna, Disperkimtan Usulkan Rp5 Miliar

Jumat, 11/09/2026

Hutan Kota Nipah-Nipah yang berada di belakang Kantor Bupati PPU. (Dinda/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait