Kamis, 10/09/2026

Proyek Pembangunan Rumah Sakit di Mahulu Terganggu Kemarau, Bupati Tak Ingin Pekerjaan Dikebut

Kamis, 10/09/2026

‎Pembangunan rumah sakit di Kabupaten Mahakam Ulu yang progresnya telah mencapai 52 persen. (Foto: Julika/Korankaltim.com).  ‎

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Proyek Pembangunan Rumah Sakit di Mahulu Terganggu Kemarau, Bupati Tak Ingin Pekerjaan Dikebut

Kamis, 10/09/2026

logo

‎Pembangunan rumah sakit di Kabupaten Mahakam Ulu yang progresnya telah mencapai 52 persen. (Foto: Julika/Korankaltim.com).  ‎

‎Penulis: Julika Hengin

‎KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Progres pembangunan rumah sakit di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) saat ini baru mencapai 52 persen dan ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026.  ‎Namun kondisi kemarau yang berdampak pada aktivitas pembangunan membuat Pemerintah Kabupaten Mahulu mempertimbangkan adendum atau pembaruan kontrak.

‎Bupati Mahulu Angela Idang Belawan mengatakan adendum diperlukan agar penyelesaian pembangunan tidak dilakukan secara terburu-buru hanya untuk mengejar target waktu.
‎“Dengan kondisi bencana kemarau yang sedang melanda Mahulu saya rasa akan ada adendum untuk kontraknya,” kata Angela.

Pembangunan rumah sakit merupakan proyek yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat sehingga proses pengerjaannya harus tetap memperhatikan tahapan dan kualitas konstruksi.

‎Angela tidak ingin pembangunan rumah sakit dikebut apabila hal tersebut berisiko mengurangi kualitas bangunan. ‎“Saya tidak ingin pelaksanaan ini buru-buru dilaksanakan, apalagi ini masalah pembangunan, pembangunan untuk rumah sakit dan nantinya akan dipakai oleh masyarakat di Kabupaten Mahakam Ulu,” tegasnya.

Setiap tahapan pembangunan harus berjalan sesuai ketentuan. Selain mengejar penyelesaian proyek, kualitas dan mutu bangunan menjadi perhatian utama pemerintah daerah. ‎“Saya ingin tahapannya benar-benar berjalan sesuai dengan tahapan, tapi saya juga mau kondisi bangunannya mempunyai kualitas mutu yang terjamin,” sebut Angela.

‎Pemkab Mahulu akan membantu pihak kontraktor melengkapi sejumlah dokumen pendukung yang diperlukan dalam proses pengajuan adendum kontrak. ‎Adendum tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi kontraktor untuk melanjutkan pekerjaan hingga pembangunan mencapai 100 persen dengan tetap menjaga kualitas hasil pekerjaan.

Komunikasi antara pemerintah daerah dan pihak ketiga yang mengerjakan proyek tersebut berjalan dengan baik. Kontraktor disebut memiliki komitmen untuk menyelesaikan pembangunan dengan hasil yang berkualitas. ‎“Dari pihak ketiga yang melaksanakan proyek ini sangat bisa berkomunikasi dengan baik. Mereka memang ingin sekali juga proyek ini selesai dengan baik, dengan kualitas yang baik dan tidak asal-asalan,” jelas Angela lagi.

‎Pembangunan rumah sakit jadi satu diantara fasilitas kesehatan yang dinilai sangat dibutuhkan masyarakat Mahulu. Apresiasi diberikan kepada Kementerian Kesehatan yang telah memberikan dukungan terhadap pembangunan fasilitas kesehatan tersebut. ‎“Saya tentunya berterima kasih untuk Kementerian Kesehatan karena sudah memberikan kami rumah sakit ini karena ini yang sangat dibutuhkan oleh Mahakam Ulu,” tutup Angela.

Proyek Pembangunan Rumah Sakit di Mahulu Terganggu Kemarau, Bupati Tak Ingin Pekerjaan Dikebut

Kamis, 10/09/2026

‎Pembangunan rumah sakit di Kabupaten Mahakam Ulu yang progresnya telah mencapai 52 persen. (Foto: Julika/Korankaltim.com).  ‎

Share

Berita Terkait