Kamis, 10/09/2026
Kamis, 10/09/2026
Peserta Sespimmen Polri Dikreg ke-67 bersama Pemkab Berau dan Tim Deputi Utusan Khusus Presiden saat menyalurkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran di Kampung Merasa, Kecamatan Kelay, Berau, Rabu (9/9/2026). (Dok Humas Polres Berau).
Kamis, 10/09/2026

Peserta Sespimmen Polri Dikreg ke-67 bersama Pemkab Berau dan Tim Deputi Utusan Khusus Presiden saat menyalurkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran di Kampung Merasa, Kecamatan Kelay, Berau, Rabu (9/9/2026). (Dok Humas Polres Berau).
Penulis : Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Masalah lingkungan dan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dirasakan warga Kampung Merasa, Kecamatan Kelay, masuk dalam agenda Kegiatan Kuliah Kerja Profesi (KKP) peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Pendidikan Reguler (Dikreg) ke-67 Tahun 2026 di Kabupaten Berau.
Ada 10 peserta didik (Serdik) Sespimmen bersama perwira pendamping menggelar peninjauan dan aksi sosial di Kampung Merasa Rabu (9/9/2026) kemarin, melibatkan Pemerintah Kabupaten Berau, jajaran Muspika Kelay, serta Tim Deputi Utusan Khusus Presiden.
Kasi Humas Polres Berau AKP Suradi menjelaskan, KKP tersebut menjadi bagian dari upaya melihat langsung persoalan yang dihadapi masyarakat di lapangan. “KKP ini bukan sekadar kunjungan, tetapi bentuk kepedulian Polri bersama pemerintah kepada masyarakat,” ujar Suradi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke kamp Conservation Action Network (CAN) Borneo. Para peserta meninjau fasilitas pusat rehabilitasi satwa Long Sam sekaligus melihat aktivitas pelestarian lingkungan yang dilakukan lembaga tersebut. Dukungan juga diberikan kepada staf CAN Borneo melalui penyerahan bantuan nutrisi berupa buah, telur, dan susu untuk kebutuhan satwa yang menjalani proses rehabilitasi.
Rombongan kemudian bergerak ke permukiman warga yang terdampak kebakaran. Sebanyak 50 warga Kampung Merasa yang kebun kakaonya terdampak musibah menerima bantuan secara langsung.
Tim Deputi Utusan Khusus Presiden menyerahkan bantuan uang tunai masing-masing Rp10 Juta kepada 50 warga. Bantuan tersebut bersumber dari Staf Khusus Presiden, Raffi Ahmad, sehingga total bantuan tunai yang disalurkan mencapai Rp500 Juta.
Peserta Sespimmen Polri turut melengkapi bantuan dengan membagikan 50 paket sembako kepada warga terdampak. Bantuan tersebut menjadi penting bagi masyarakat yang tidak hanya menghadapi kerugian akibat kebakaran, tetapi juga harus memulihkan kembali aktivitas perkebunan yang menjadi sumber penghidupan.
Menjelang petang, rombongan melanjutkan peninjauan ke lokasi bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar area pemakaman Kampung Merasa. Tidak hanya melihat kondisi lapangan, peserta Sespimmen juga menyerahkan bantuan dana operasional penanggulangan karhutla sebesar Rp30 Juta.
Bantuan tersebut diterima Kepala Kampung Merasa, Julita. Suradi berharap bantuan dan kolaborasi lintas sektor tersebut dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat upaya pencegahan karhutla di tingkat kampung.
“Semoga bantuan ini meringankan beban warga sekaligus mendukung pelestarian lingkungan di Berau,” harap Suradi.
Editor: Aspian Nur
Kamis, 10/09/2026
Peserta Sespimmen Polri Dikreg ke-67 bersama Pemkab Berau dan Tim Deputi Utusan Khusus Presiden saat menyalurkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran di Kampung Merasa, Kecamatan Kelay, Berau, Rabu (9/9/2026). (Dok Humas Polres Berau).
TERPOPULER