Rabu, 09/09/2026

Distribusi Pangan Terkendala, Pemkab Mahulu Desak Status Jalan Segera Ditetapkan

Rabu, 09/09/2026

Distribusi logistik menuju wilayah hulu Mahakam Ulu masih mengandalkan transportasi sungai. (Foto: Dok.Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Distribusi Pangan Terkendala, Pemkab Mahulu Desak Status Jalan Segera Ditetapkan

Rabu, 09/09/2026

logo

Distribusi logistik menuju wilayah hulu Mahakam Ulu masih mengandalkan transportasi sungai. (Foto: Dok.Korankaltim.com)

Penulis: Julika Hengin

KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG - Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mendesak pemerintah pusat segera menetapkan status jalan yang menghubungkan Mahulu dengan wilayah luar daerah.

Kejelasan status jalan dinilai penting untuk memperkuat konektivitas sekaligus memangkas waktu dan biaya distribusi kebutuhan pokok ke wilayah pedalaman.

Asisten I Sekretariat Kabupaten Mahulu drg. Agustinus Teguh Santoso mengatakan hal tersebut saat hadir sebagai narasumber dalam Dialog Publika TVRI Kalimantan Timur dengan tema “Bantuan Beras Krisis Pangan Mahulu Hadapi Tantangan Geografis”, Rabu (9/9/2026).

Ia mengaku persoalan distribusi menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi Mahulu karena kondisi geografis dan keterbatasan akses transportasi.

“Ke depannya kami berharap status jalan cepat ditetapkan dan ini kita dorong bersama-sama dengan pemerintah provinsi ke pemerintah pusat,” kata Agustinus.

Menurutnya, penguatan akses jalan menjadi kebutuhan penting karena selama ini pasokan kebutuhan pokok harus menempuh perjalanan panjang dari luar Mahulu.

Kondisi tersebut membuat masyarakat harus menanggung beban logistik yang tinggi, terlebih ketika transportasi sungai terganggu akibat penurunan debit Sungai Mahakam.

Agustinus mencontohkan, pengiriman kebutuhan dari Samarinda menuju Mahulu dapat membutuhkan waktu cukup panjang.

Jika menggunakan jalur darat, perjalanan bisa mencapai sekitar 15 jam, sementara dalam kondisi tertentu distribusi dapat memakan waktu hingga dua hari dua malam.

“Kalau pakai truk, mungkin membutuhkan waktu 15 jam. Apalagi kalau pakai truk, ya itu mungkin bisa dua hari dua malam baru sampai ke Kabupaten Mahakam Ulu,” ujarnya.

Karena itu, percepatan penetapan status jalan diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi jangka panjang untuk memperbaiki sistem distribusi barang dan kebutuhan pokok menuju Mahulu.

Selain mendorong penguatan konektivitas jalan, Pemkab Mahulu juga berupaya memperpendek rantai distribusi pangan melalui kehadiran Perum Bulog di daerah.

Agustinus mengatakan pemerintah daerah mendorong Bulog dapat segera menghadirkan gudang filial atau membangun gudang Bulog di Mahulu.

Dengan adanya gudang di daerah, cadangan pangan tidak harus didatangkan dari Samarinda ketika terjadi gangguan pasokan.

“Kami berusaha bersama-sama supaya Bulog segera bisa hadir, baik melalui gudang filial maupun pembangunan gudang Bulog di Kabupaten Mahakam Ulu, sehingga bila terjadi seperti ini tidak harus mengambilnya terlalu jauh di Samarinda,” katanya.

Menurutnya, sejumlah langkah intervensi telah dilakukan pemerintah untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan akibat terganggunya distribusi pangan.

Pemerintah pusat telah menyalurkan cadangan pangan nasional, sementara Pemprov Kaltim mengirimkan cadangan pangan pemerintah provinsi.

Intervensi juga dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah dan operasi pasar oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM. Bantuan sosial juga disalurkan melalui Dinas Sosial Pemprov Kaltim serta Baznas.

“Semua bergotong royong, istilahnya berusaha untuk meringankan beban derita masyarakat, terutama yang di perbatasan,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemkab Mahulu juga mendorong penguatan produksi pangan lokal agar ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat dikurangi.

Upaya tersebut dilakukan melalui intensifikasi pertanian, penyediaan pupuk, pendampingan kepada petani untuk beralih dari pola berladang menuju pertanian sawah, serta diversifikasi pertanian.

“Kita kembangkan bersama-sama kemandirian pangan di Kabupaten Mahakam Ulu dengan intensifikasi pertanian, penyediaan pupuk dan juga pendampingan kepada para petani untuk transisi dari tanaman berladang menjadi tanaman sawah dan juga diversifikasi pertanian,” pungkasnya.

Editor: Erwin

Distribusi Pangan Terkendala, Pemkab Mahulu Desak Status Jalan Segera Ditetapkan

Rabu, 09/09/2026

Distribusi logistik menuju wilayah hulu Mahakam Ulu masih mengandalkan transportasi sungai. (Foto: Dok.Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait