Rabu, 09/09/2026

Tutus Adat 2026 Kutai Barat jadi Ruang Menyiapkan Generasi Penerus Pemimpin Adat

Rabu, 09/09/2026

Tutus Adat 2026 di Taman Budaya Sendawar (TBS), Kubar (Adi/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Tutus Adat 2026 Kutai Barat jadi Ruang Menyiapkan Generasi Penerus Pemimpin Adat

Rabu, 09/09/2026

logo

Tutus Adat 2026 di Taman Budaya Sendawar (TBS), Kubar (Adi/Korankaltim.com)

Penulis: Kusmas Riadi

KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Tutus Adat Benuaq dan Tunjung menjadi ruang pembelajaran untuk mengenalkan pengetahuan dan nilai-nilai adat kepada generasi muda. Kegiatan yang berlangsung di Taman Budaya Sendawar (TBS) Rabu (9/9/2026) pagi tadi sekaligus menjadi bagian dari upaya menyiapkan penerus yang mampu melanjutkan peran dalam kehidupan adat di Kubar.

Sebanyak 125 peserta mengikuti kegiatan tersebut dengan  sejumlah materi yang berkaitan dengan pengetahuan adat mulai dari Tutus Adat Jomit Burai, Pekapao Tutus Adat, Tutus Pernikahan Adat (Peulung Peruku) hingga Tutus Adat Besara. Peserta berasal dari berbagai wilayah di Kubar dengan jumlah terbanyak dari Kecamatan Mook Manaar Bulatn disusul Kecamatan Sekolaq Darat.

Ketua Presidium Dewan Adat (PDA) Kubar Yurang disela kegiatan kepada Korankaltim.com menjelaskan, Tutus Adat tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan sebuah tradisi, tetapi juga menjadi proses untuk meneruskan pengetahuan, nilai, tata kehidupan dan tanggung jawab adat dari para tetua kepada generasi berikutnya.

Perkembangan zaman membuat pewarisan nilai adat perlu dilakukan secara berkelanjutan agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai tersebut semestinya tercermin dalam kehidupan sehari-hari, seperti kebersamaan, penghormatan kepada orang tua dan sesama, keadilan, tanggung jawab serta keharmonisan masyarakat.

“Adat tidak boleh hanya hidup dalam buku. Adat tidak boleh hanya dikenang ketika ada upacara. Adat harus hidup dalam perilaku, nilai kebersamaan, penghormatan kepada orang tua, penghormatan kepada sesama, keadilan, tanggung jawab dan keharmonisan kehidupan masyarakat,” ujar Yurang.

Tutus Adat menjadi satu diantara jalan untuk mentransfer pengetahuan dari para tetua kepada generasi muda. Karena itu, penguatan kelembagaan adat juga perlu berjalan beriringan dengan keterlibatan generasi penerus.

PDA tidak hadir untuk mengambil alih peran masyarakat adat, melainkan memperkuat, mengoordinasikan dan memfasilitasi kelembagaan adat agar tetap berjalan sesuai nilai-nilai adat dan ketentuan yang berlaku. 

Sementara Bupati Kubar Frederick Edwin menilai keberadaan generasi penerus menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan adat dan budaya di tengah perubahan zaman.
Seluruh peserta diminta mengikuti rangkaian Tutus Adat dengan sungguh-sungguh, disiplin, penuh rasa hormat dan tanggung jawab. Bagi Frederick, proses tersebut tidak hanya memperkenalkan adat dan budaya, tetapi juga membentuk karakter serta pemahaman mengenai kepemimpinan.

“Regenerasi pemimpin adat merupakan hal yang sangat penting. Kita membutuhkan generasi penerus yang memiliki pengetahuan, karakter, integritas, dan kecintaan terhadap adat budaya, sehingga mampu meneruskan peran para pendahulu dalam menjaga keharmonisan masyarakat,” ujarnya.

Peserta diajak menjadikan Tutus Adat sebagai kesempatan untuk mempersiapkan diri, termasuk bagi mereka yang nantinya akan mengambil peran dalam kelembagaan dan kehidupan adat.

Editor: Aspian Nur

Tutus Adat 2026 Kutai Barat jadi Ruang Menyiapkan Generasi Penerus Pemimpin Adat

Rabu, 09/09/2026

Tutus Adat 2026 di Taman Budaya Sendawar (TBS), Kubar (Adi/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait