Rabu, 09/09/2026
Rabu, 09/09/2026
Program MBG yang sudah berjalan di Paser harus dihentikan sementara karena lokasi dapur yang tak sesuai ketentuan. (doksyakirafb)
Rabu, 09/09/2026

Program MBG yang sudah berjalan di Paser harus dihentikan sementara karena lokasi dapur yang tak sesuai ketentuan. (doksyakirafb)
Penulis : Dwi Cahyo
KORANKALTIM.COM, TANA PASER - Pelayanan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Paser harus dihentikan sementara karena dapur pengolahan makanan untuk para pelajar di kabupaten tersebut tidak memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Terkait hal itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Kabupaten Paser M. Arfah menjelaskan, mereka sudah menerima surat dari satu dari beberapa yayasan yang menangani pengelolaan Dapur MBG di Paser yang meminta difasilitasi penyelesaian permasalahan pada tiga Dapur MBG di kabupaten tersebut.
"Di Paser ini ada empat Dapur MBG yang telah beroperasi, namun dalam perjalanannya terdapat aturan baru yang mengharuskan setiap dapur MBG melakukan penyesuaian," ujar Arfah kepada Korankaltim.com Rabu (9/9/2026).
Karena penyesuaian itu tiga dapur MBG berhenti beroperasi, satu diantaranya berkaitan dengan lokasi dapur yang berada sangat dekat dengan usaha moulding milik warga. Selain itu ada juga Dapur MBG yang juga berada dekat dengan gedung sarang burung walet serta kandang ternak warga. "Sesuai dengan aturan, keberadaan dapur MBG tidak diperbolehkan berada dekat dengan kegiatan usaha warga karena berdekatan dengan usaha moulding, sarang burung walet dan kandang ternak ayam," ungkapnya.
Dalam surat yang dikirim yayasan itu dijelaskan berbagai permasalahan yang terjadi di lapangan. Namun secara tegas pengelola Dapur MBG bersedia melakukan pembenahan dan melakukan relokasi. "Beberapa permasalahan yang dialami pengelola dapur bisa kami tangani, diantaranya berkaitan dengan peningkatan daya listrik," jelas Arfah.
Terkait dengan letak dapur MBG yang berdekatan dengan usaha warga akan ditindaklanjuti dengan upaya persuasif. "Kami bisa bantu untuk melakukan komunikasi dan koordinasi pada masyarakat pemilik usaha, namun keputusan terkait dengan pembongkaran usaha milik warga bukan ranah kami," sebutnya
Pengelola Dapur MBG mengharapkan agar dapat beroperasi sembari mencari lokasi baru yang representatif untuk digunakan sebagai Dapur MBG. "Pada dasarnya pihak yayasan siap untuk relokasi, namun sembari mencari tempat baru, mereka meminta agar dapur yang ada bisa tetap beroperasi, perihal ini menjadi kewenangan dari BGN," tutup Arfah.
Editor: Aspian Nur
Rabu, 09/09/2026
Program MBG yang sudah berjalan di Paser harus dihentikan sementara karena lokasi dapur yang tak sesuai ketentuan. (doksyakirafb)
TERPOPULER