Rabu, 09/09/2026
Rabu, 09/09/2026
Debit Sungai Mahakam di wilayah Kecamatan Long Pahangai mulai mengalami kenaikan setelah hujan turun, meski kondisi sungai masih belum sepenuhnya normal. (Foto: Dokumen Petugas APMS Kecamatan Long Pahangai).
Rabu, 09/09/2026

Debit Sungai Mahakam di wilayah Kecamatan Long Pahangai mulai mengalami kenaikan setelah hujan turun, meski kondisi sungai masih belum sepenuhnya normal. (Foto: Dokumen Petugas APMS Kecamatan Long Pahangai).
Penulis: Julika Hengin
KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah di Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) setelah masyarakat menghadapi kemarau yang cukup panjang.
Hujan yang turun pada Senin (8/9/2026) lalu mulai membawa perubahan bagi aktivitas masyarakat. Sekitar 25 persen warga kembali melakukan aktivitas menugal atau membuka ladang untuk bercocok tanam.
Camat Long Pahangai Thomas Ding mengatakan, hujan tersebut menjadi tanda awal membaiknya kondisi setelah kemarau, meski belum membuat kondisi Sungai Mahakam kembali normal.
“Sudah ada 25 persen yang sudah menugal,” kata Thomas saat dikonfirmasi Korankaltim.com, Rabu (9/9/2026).
Hujan dilaporkan terjadi di lima kampung yakni Delang Krohong, Long Pakaq, Long Pakaq Baru, Long Lunuk Baru dan Long Lunuk. Berdasarkan informasi sementara yang diterima pihak kecamatan, muka air di sejumlah wilayah juga mulai mengalami kenaikan.
Namun kondisi tersebut belum cukup untuk membuat distribusi logistik kembali normal. Debit Sungai Mahakam yang belum stabil masih menjadi kekhawatiran bagi masyarakat, terutama bagi pelaku transportasi sungai.
Masyarakat masih berhati-hati melakukan perjalanan menggunakan long boat karena khawatir kondisi air kembali surut ketika berada di wilayah hilir. “Masih seperti kemarin-kemarin karena air ini masih belum normal. Wilayah ilir ditakutkan long boat milir nanti terjebak, tidak bisa mudik, takut air tiba-tiba surut,” papar Thomas.
Kondisi tersebut membuat harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) di Long Pahangai juga belum mengalami perubahan signifikan. Distribusi masih menghadapi kendala karena kondisi sungai belum sepenuhnya mendukung aktivitas transportasi.
Di sisi lain, turunnya hujan mulai dimanfaatkan masyarakat untuk kembali menjalankan aktivitas pertanian. Tradisi menugal menjadi salah satu aktivitas masyarakat yang mulai bergerak seiring membaiknya kondisi cuaca. Bahkan pada Selasa (8/9/2026) kemarin masyarakat Kampung Long Pahangai telah melaksanakan pembukaan Hudoq pertama atau Hudoq Pungan Tasaam yang berkaitan dengan rangkaian aktivitas pertanian masyarakat setempat.
Meski hujan telah turun masyarakat diminta agar tidak menganggap kondisi sudah sepenuhnya aman dari bencana. Kewaspadaan tetap diperlukan karena wilayah Long Pahangai masih berada dalam periode kemarau. Ketika musim penghujan mulai tiba, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi, terutama banjir dan tanah longsor.
“Tetap waspada terhadap kebencanaan, terutama di musim kemarau ini. Dan tetap waspada apabila musim penghujan telah tiba, terutama terhadap tanah longsor dan banjir,” tutup Thomas.
Editor: Aspian Nur
Rabu, 09/09/2026
Debit Sungai Mahakam di wilayah Kecamatan Long Pahangai mulai mengalami kenaikan setelah hujan turun, meski kondisi sungai masih belum sepenuhnya normal. (Foto: Dokumen Petugas APMS Kecamatan Long Pahangai).
TERPOPULER