Rabu, 09/09/2026
Rabu, 09/09/2026
(ilustrasi)
Rabu, 09/09/2026

(ilustrasi)
Penulis: Dinda Ayu Dwi Meylani
KORANKALTIM.COM, PENAJAM – Persoalan pengairan lahan pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bukan semata soal ketersediaan pompa. Disejumlah kawasan pertanian, khususnya Kecamatan Babulu, sumber air justru menjadi persoalan utama. Kondisi tersebut membuat puluhan pompa air yang telah tersedia belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
Dinas Pertanian PPU mencatat sedikitnya 30 unit pompa berada di gudang, namun penggunaannya terkendala minimnya sumber air yang dapat dipompa ke lahan pertanian.
Kepala Dinas Pertanian PPU Rozihan menjelaskan, kondisi itu menjadi alasan pihaknya lebih memprioritaskan pembangunan jaringan irigasi air tanah dibanding sekadar menambah bantuan pompa.
“Kalau pompa kami sudah ada 30 unit di gudang tapi masalahnya tidak ada airnya. Yang perlu dipompakan itu kalau ada air. Jadi bantuan yang dari provinsi itu jaringan irigasi air tanah,” ujar Rozihan, Rabu (9/9/2026).
Kecamatan Babulu menjadi wilayah yang paling membutuhkan karena kawasan itu merupakan salah satu sentra pertanian PPU sekaligus daerah yang relatif rentan mengalami kekurangan pasokan air saat musim kemarau.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab PPU telah mengusulkan 10 unit jaringan irigasi air tanah kepada pemerintah provinsi melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BWS).
Usulan tersebut sudah empat yang tereliminasi dan tinggal enam lagi yang belum terbangun. Empat unit tersebut telah terealisasi dengan nilai anggaran sekitar Rp6 miliar. “Kalau dari BWS sudah ada usulan kita, yaitu jaringan irigasi air tanah. Di Babulu sudah dibangun empat unit, kami usul ditambah 6 unit lagi,” jelasnya.
Upaya mengatasi kekeringan juga dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH). Sebanyak 300 unit pompa air portabel disalurkan untuk membantu mengairi sekitar 2.000 hektare sawah yang terdampak kekeringan.
Bantuan sarana dan prasarana pertanian tersebut menyasar sejumlah kawasan sawah tadah hujan di PPU, Kabupaten Paser, hingga Kutai Timur. Namun, bagi PPU, keberadaan pompa tetap perlu didukung sumber air yang memadai. Ia menyebut wilayah lain seperti Kecamatan Penajam dan Waru saat ini masih relatif aman dari persoalan kekurangan pasokan air. Kondisi tersebut membuat sebagian besar usulan pembangunan jaringan irigasi diprioritaskan untuk Babulu.
“Kalau daerah Penajam sendiri masih aman saja. Berarti memang yang agak kurang pasokan airnya itu di Babulu, makanya sebagian besar usulan dipatok di sana,” tutup Rozihan.
Editor : Aspian Nur
Rabu, 09/09/2026
(ilustrasi)
TERPOPULER