Rabu, 09/09/2026

Ikuti Seleksi BCKS, 57 Guru Bersaing Perebutkan 30 Posisi Kepala Sekolah di Mahulu

Rabu, 09/09/2026

‎Peserta Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Kabupaten Mahakam Ulu mengikuti proses seleksi di Gedung SMPN 1 Long Bagun, Rabu (9/9/2026). (Foto: Julika Hengin/Korankaltim.com).

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Ikuti Seleksi BCKS, 57 Guru Bersaing Perebutkan 30 Posisi Kepala Sekolah di Mahulu

Rabu, 09/09/2026

logo

‎Peserta Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Kabupaten Mahakam Ulu mengikuti proses seleksi di Gedung SMPN 1 Long Bagun, Rabu (9/9/2026). (Foto: Julika Hengin/Korankaltim.com).

‎Penulis: Julika Hengin

‎KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Sebanyak 57 guru di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mengikuti Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Tahun 2026. Seleksi tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan 30 kepala sekolah di wilayah tersebut.

‎Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mahulu Samson Batang mengatakan, dari 57 peserta yang mengikuti seleksi, terdiri atas 24 guru golongan III/b, sembilan guru golongan III/c, empat guru golongan III/d, serta 20 guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

‎“Yang mengikuti BCKS ini sebanyak 57 orang. Dari 57 orang itu, guru golongan III/b sebanyak 24 orang, golongan III/c sebanyak sembilan orang, golongan III/d sebanyak empat orang, dan guru PPPK sebanyak 20 orang,” kata Samson saat dikonfirmasi terkait berapa jumlah guru yang mengikuti BCKS tahun 2026 di Gedung SMPN 1 Long Bagun, Rabu (9/9/2026). 

Dari 57 peserta tersebut nantinya akan dipilih sesuai kebutuhan. Saat ini terdapat 30 sekolah yang membutuhkan kepala sekolah definitif karena sejumlah jabatan kepala sekolah masih diisi pelaksana tugas (Plt), masa jabatan telah berakhir maupun terjadi kekosongan jabatan.
‎‎“Yang dibutuhkan hanya 30 kepala sekolah sesuai dengan sekolah yang pimpinannya masih pelaksana tugas dan masa kerjanya sudah berakhir. Ada yang sudah dua periode, ada yang Plt dan ada yang meninggal dunia sehingga total jabatan kepala sekolah yang kosong ada 30,” ujarnya.

‎Peserta yang dinyatakan lolos seleksi substansi akan melanjutkan ke tahap pelatihan calon kepala sekolah. Mereka nantinya akan mendapatkan sertifikat sebagai bukti telah memenuhi persyaratan untuk menjalankan tugas sebagai kepala sekolah.

‎Khusus guru PPPK yang nantinya dinyatakan lulus dan ditugaskan sebagai kepala sekolah, Samson mengatakan penugasannya hanya dapat dilakukan di sekolah induk atau tempat guru tersebut bertugas.

Seleksi substansi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Mahulu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk memastikan tersedianya calon kepala sekolah yang memenuhi persyaratan sekaligus memiliki kesiapan dalam menjalankan kepemimpinan di satuan pendidikan.

Pelaksanaan seleksi tahun ini juga menjadi bagian penting karena untuk pertama kalinya kegiatan seleksi BCKS di Mahulu didukung melalui anggaran APBD Kabupaten Mahulu. ‎“Ini merupakan kegiatan yang untuk pertama kalinya dilaksanakan dengan menggunakan APBD Kabupaten Mahakam Ulu. Selama ini ada, tetapi hanya satu dari pusat. Karena anggarannya terbatas, kalau kita menunggu anggaran dari pusat, seleksi BCKS ini tidak akan terlaksana,” jelasnya.

Dukungan anggaran daerah tersebut diberikan agar proses penyiapan calon kepala sekolah tetap dapat berjalan sesuai kebutuhan daerah. ‎Dalam pelaksanaannya, tes substansi diarahkan untuk mengukur sejumlah aspek yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas sebagai kepala sekolah, diantaranya kompetensi kepemimpinan, kemampuan manajerial, pemahaman terhadap pengelolaan satuan pendidikan, kemampuan mengambil keputusan, integritas, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan pendidikan.

‎Hasil seleksi juga diharapkan memberikan gambaran mengenai ketersediaan dan kesiapan calon kepala sekolah dibandingkan dengan kebutuhan kepala sekolah di wilayah kerja Dinas Pendidikan Mahulu. ‎“Pelaksanaan tes substansi bakal calon kepala sekolah ini diharapkan dapat diperoleh data dan informasi yang objektif mengenai profil kompetensi masing-masing peserta,” katanya.

Calon kepala sekolah yang nantinya terpilih diminta menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab. Terlebih, pengelolaan pendidikan juga menjadi bagian dari tata kelola pemerintahan yang harus dapat dipertanggungjawabkan.

Editor: Aspian Nur

Ikuti Seleksi BCKS, 57 Guru Bersaing Perebutkan 30 Posisi Kepala Sekolah di Mahulu

Rabu, 09/09/2026

‎Peserta Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Kabupaten Mahakam Ulu mengikuti proses seleksi di Gedung SMPN 1 Long Bagun, Rabu (9/9/2026). (Foto: Julika Hengin/Korankaltim.com).

Share

Berita Terkait