Jumat, 11/09/2026

Debit Turun Saat Kemarau, PUPR Mahulu Cari Sumber Air Baku Baru

Jumat, 11/09/2026

Sumber air baku yang digunakan untuk pelayanan air bersih di Mahulu. Saat kemarau, debit air menurun sehingga sumber tersebut disebut hanya mampu bertahan sekitar satu minggu. (Foto: Julika/Korankaltim.com).

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Debit Turun Saat Kemarau, PUPR Mahulu Cari Sumber Air Baku Baru

Jumat, 11/09/2026

logo

Sumber air baku yang digunakan untuk pelayanan air bersih di Mahulu. Saat kemarau, debit air menurun sehingga sumber tersebut disebut hanya mampu bertahan sekitar satu minggu. (Foto: Julika/Korankaltim.com).

‎Penulis: Julika Hengin

‎KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Pelayanan air bersih di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) masih menghadapi persoalan ketika memasuki musim kemarau. ‎Sumber air yang digunakan saat ini disebut hanya mampu bertahan sekitar satu minggu ketika debit mulai menurun.

‎Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Mahulu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyiapkan sumber air baku alternatif dari Kampung Long Melaham (Lome), Kecamatan Long Bagun.

‎Kepala PUPR Mahulu Didik Subagya mengatakan keterbatasan debit menjadi salah satu persoalan utama sumber air yang digunakan saat ini.  ‎Ketika kemarau berlangsung, penurunan debit dapat berdampak langsung terhadap keberlangsungan pelayanan air bersih. ‎“Makanya sekarang kalau kemarau sedikit, seminggu sudah tidak tahan airnya. Itu persoalannya,” kata Didik.

Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu mencari sumber air baku yang lebih mampu mendukung pelayanan secara berkelanjutan.  ‎Sumber dari Long Melaham kemudian direncanakan untuk diintegrasikan dengan sumber air yang sudah digunakan saat ini. ‎“Debit yang kita punya ini memang tidak mampu. Kalau grand design kami ini, kami sambung dengan yang di Lome,” ujarnya.

‎Namun rencana tersebut belum dapat segera direalisasikan karena pembangunan sumber air baku di Long Melaham masih terkendala anggaran setelah alokasi dana untuk proyek tersebut mengalami pemotongan. ‎Di sisi lain, Pemkab Mahulu juga menghadapi persoalan dalam pemanfaatan air Sungai Mahakam sebagai sumber air baku. 

Air Mahakam membutuhkan proses pengolahan yang lebih kompleks dan hasil pemeriksaan laboratorium belum memenuhi persyaratan. ‎“Untuk air Mahakam itu perlakuannya banyak dan hasil lab-nya tidak lolos. Itu makanya kita harus beralih air bakunya,” jelas Didik.

‎Karena itu, sumber air Long Melaham disiapkan sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap sumber air yang ada, termasuk air Sungai Mahakam. ‎Rencananya, sumber baru tersebut akan dihubungkan dengan jaringan yang sudah tersedia.  ‎Air yang telah ditampung kemudian dapat dialirkan dengan memanfaatkan sistem gravitasi sesuai kondisi topografi wilayah.

Pembangunan sumber air Long Melaham telah menjadi salah satu prioritas yang kembali didorong pemerintah daerah.   PUPR Mahulu sudah menyampaikan kebutuhan tersebut dalam rapat dengar pendapat bersama DPRD Mahulu. ‎“Saya sudah di RDP Dewan sudah minta, karena itu jadi prioritas,” pungkas Didik.

Editor: Aspian Nur

Debit Turun Saat Kemarau, PUPR Mahulu Cari Sumber Air Baku Baru

Jumat, 11/09/2026

Sumber air baku yang digunakan untuk pelayanan air bersih di Mahulu. Saat kemarau, debit air menurun sehingga sumber tersebut disebut hanya mampu bertahan sekitar satu minggu. (Foto: Julika/Korankaltim.com).

Share

Berita Terkait