Jumat, 11/09/2026

Wilayah Perbatasan  Rawan Pangan, Pemkab Mahulu Usulkan Cetak Sawah di Long Pahangai

Jumat, 11/09/2026

‎Salah satu lahan sawah yang sudah siap ditanami padi sawah di Kampung Data Bilang Kecamatan Long Hubung Kabupaten Mahakam Ulu. (Foto: Julika/Korankaltim.com).

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Wilayah Perbatasan  Rawan Pangan, Pemkab Mahulu Usulkan Cetak Sawah di Long Pahangai

Jumat, 11/09/2026

logo

‎Salah satu lahan sawah yang sudah siap ditanami padi sawah di Kampung Data Bilang Kecamatan Long Hubung Kabupaten Mahakam Ulu. (Foto: Julika/Korankaltim.com).

Penulis: Julika Hengin

‎KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mengusulkan program cetak sawah di Kecamatan Long Pahangai untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayah perbatasan karena dinilai memiliki kerawanan pangan yang cukup tinggi.

 Pemkab Mahulu telah mengidentifikasi sejumlah calon lahan yang dinilai dapat dikembangkan menjadi areal persawahan.

‎Asisten I Setkab Mahulu Agustinus Teguh Santoso mengatakan usulan cetak sawah di Long Pahangai diharapkan dapat direalisasikan pada tahun depan.

‎“Betul untuk tahun ini sudah masuk program cetak sawah di Long Hubung dan di Long Bagun, tapi kami masih usulkan untuk di daerah perbatasan yaitu Long Pahangai yang sudah kita identifikasi ada juga calon-calon lahan yang bisa digunakan untuk cetak sawah,” kata Agustinus.

‎Pengembangan cetak sawah diperlukan untuk meningkatkan produksi pangan masyarakat. Selama ini, sebagian besar sistem pertanian di Mahulu masih mengandalkan sistem ladang dengan padi gunung.

‎Pola tersebut membuat petani umumnya hanya dapat melakukan panen satu kali dalam setahun. Kondisi itu menyebabkan produksi pangan belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat untuk satu tahun.

‎“Selama ini sistem pertanian di Mahakam Ulu itu masih menggunakan sistem ladang dengan padi gunungnya dan untuk panennya hanya setahun sekali, sehingga produksinya belum bisa mencukupi untuk kebutuhan satu tahun,” ujarnya.

‎Melalui program cetak sawah yang dibarengi intensifikasi pertanian dan dukungan pengairan, pemerintah berharap produktivitas pertanian dapat meningkat. Bahkan, pola sawah memungkinkan petani melakukan panen hingga dua atau tiga kali dalam setahun.

‎“Kita bersyukur bahwa sudah mulai masuk program cetak sawah dengan intensifikasi pertanian dan dengan pengairan yang baik, mudah-mudahan ke depannya kita bisa panen setahun itu dua atau tiga kali,” ujar Agustinus lagi.

‎Pengembangan pertanian tersebut merupakan bagian dari upaya kemandirian pangan yang telah dirintis pemerintah daerah sejak sekitar lima tahun lalu. Salah satu programnya adalah penyediaan lahan seluas 10 hektare di setiap kampung untuk pengembangan tanaman pangan.

‎Namun, perubahan dari sistem berladang menuju pertanian sawah membutuhkan proses adaptasi. Petani perlu menyesuaikan pola kerja dan metode pertanian yang selama ini telah dilakukan secara turun-temurun.

‎“Memang sistem ini memerlukan adaptasi dan sosialisasi kepada para petani, sehingga transformasi antara sistem berladang ke sistem sawah ini juga memerlukan adaptasi dari para petani,” jelasnya.

‎Karena itu pemerintah mendorong proses intensifikasi pertanian dilakukan secara bertahap dengan melibatkan petani. Harapannya, perubahan sistem pertanian tersebut dapat meningkatkan produksi pangan tanpa mengabaikan kemampuan masyarakat dalam beradaptasi.

‎Khusus Long Pahangai, Agustinus menilai penguatan produksi pangan menjadi semakin penting karena wilayah tersebut berada di kawasan perbatasan. ‎“Karena selama ini yang potensi rawan pangannya itu justru di daerah perbatasan,” katanya.

‎IUsulan cetak sawah di Long Pahangai diharapkan dapat direalisasikan pada tahun depan sehingga wilayah perbatasan memiliki sumber produksi pangan yang lebih kuat.

‎“Ini mohon nanti kiranya tahun depan bisa cetak sawah di daerah Long Pahangai sehingga nanti untuk daerah perbatasan ada kekuatan cetak sawah untuk ketahanan pangan di daerah perbatasan,” pungkas Agustinus 

Editor: Aspian Nur 

Wilayah Perbatasan  Rawan Pangan, Pemkab Mahulu Usulkan Cetak Sawah di Long Pahangai

Jumat, 11/09/2026

‎Salah satu lahan sawah yang sudah siap ditanami padi sawah di Kampung Data Bilang Kecamatan Long Hubung Kabupaten Mahakam Ulu. (Foto: Julika/Korankaltim.com).

Share

Berita Terkait