Minggu, 14/06/2026
Minggu, 14/06/2026
Kebersamaan para kader pada kegiatan LK II dan Senior Course HMI Cabang Kutai Kartanegara. (Foto: HMIKukar.dok)
Minggu, 14/06/2026

Kebersamaan para kader pada kegiatan LK II dan Senior Course HMI Cabang Kutai Kartanegara. (Foto: HMIKukar.dok)
Penulis: Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) diminta tidak hanya menjadi penonton di tengah derasnya arus perubahan sosial, perkembangan teknologi dan dinamika pembangunan nasional yang terus bergerak.
Generasi muda, khususnya kader HMI, dituntut mengambil peran strategis sebagai agen perubahan sekaligus pengawal kebijakan publik demi kepentingan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan mantan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) HMI periode 2013–2015, Arief Rosyid Hasan, saat menjadi pemateri pada kegiatan Latihan Kader II (LK II) dan Senior Course (SC) HMI Cabang Kutai Kartanegara, belum lama ini.
Arief menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya. Selain dituntut menguasai perkembangan teknologi dan arus informasi yang berkembang pesat, kader HMI juga harus mampu menjaga idealisme, integritas serta kepekaan sosial terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Menurutnya, kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman harus berjalan seiring dengan komitmen untuk tetap berpihak pada kepentingan publik. Karena itu, kader HMI perlu hadir sebagai solusi, tidak hanya dalam ruang-ruang diskusi, tetapi juga melalui kontribusi nyata bagi pembangunan dan kemajuan bangsa.
“Perubahan yang terjadi saat ini berlangsung sangat cepat. Karena itu, kader HMI tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus hadir sebagai pelaku yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan masyarakat,” katanya.
Menurut Arief, berbagai kebijakan dan arah pembangunan nasional yang tengah berlangsung perlu dipahami secara menyeluruh oleh kalangan muda. Pemahaman tersebut penting agar generasi muda mampu berpartisipasi aktif dalam mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak kepada kepentingan rakyat.
Ia menilai pengelolaan sumber daya alam dan sektor energi akan menjadi isu strategis dalam perjalanan pembangunan Indonesia ke depan. Oleh sebab itu, kader HMI perlu memperkuat kapasitas intelektual, kemampuan analisis, serta wawasan kebangsaan agar mampu memberikan gagasan, kritik konstruktif, dan solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.
Arief menegaskan, kekuatan HMI selama ini tidak hanya terletak pada tradisi intelektual yang kuat, tetapi juga pada kemampuan kader untuk hadir dan berkontribusi di tengah masyarakat. Keberadaan kader, kata dia, harus dapat dirasakan melalui berbagai aksi nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Organisasi tidak cukup hanya melahirkan diskusi dan gagasan. Yang lebih penting adalah bagaimana gagasan itu diterjemahkan menjadi tindakan yang memberi dampak bagi masyarakat,” tegasnya.
Selain menghadiri kegiatan kaderisasi, Arief mengungkapkan dirinya juga bersilaturahmi dengan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi dan pertukaran pandangan mengenai peluang kolaborasi antara pemerintah daerah dan generasi muda dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Arief menilai Kukar memiliki peluang besar untuk terus berkembang karena didukung oleh potensi sumber daya alam yang melimpah.
Namun, menurutnya, potensi tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Kutai Kartanegara memiliki potensi besar untuk terus berkembang karena ditopang sumber daya alam yang melimpah. Namun, potensi itu harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat,” tutupnya.
Editor: Erwin
Minggu, 14/06/2026
Kebersamaan para kader pada kegiatan LK II dan Senior Course HMI Cabang Kutai Kartanegara. (Foto: HMIKukar.dok)
TERPOPULER