Minggu, 14/06/2026
Minggu, 14/06/2026
Sekretaris DPD GPEI Kaltim, Hasrun Jaya. (Foto: Istimewa)
Minggu, 14/06/2026

Sekretaris DPD GPEI Kaltim, Hasrun Jaya. (Foto: Istimewa)
Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak selalu menjadi kabar baik bagi pelaku ekspor. Di balik peluang meningkatnya daya saing produk Indonesia di pasar global, eksportir juga menghadapi risiko kenaikan biaya logistik internasional.
Sekretaris Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Kalimantan Timur (Kaltim), Hasrun Jaya, mengatakan biaya pengapalan menjadi salah satu komponen yang perlu diantisipasi ketika dolar AS terus menguat terhadap rupiah.
Menurutnya, sebagian besar transaksi logistik internasional menggunakan mata uang asing yang nilainya mengacu pada pergerakan dolar AS. Akibatnya, biaya operasional eksportir berpotensi meningkat meski mereka memperoleh keuntungan dari selisih kurs ekspor.
“Biaya pengiriman ke luar negeri itu juga menggunakan mata uang asing. Kalau dolar naik, otomatis ada biaya yang ikut naik dan itu bisa mengurangi keuntungan eksportir,” ujarnya, kepada Korankaltim.com, Minggu (14/6/2026).
Hasrun menjelaskan keuntungan akibat pelemahan rupiah tidak bisa dilihat hanya dari sisi nilai penjualan ekspor. Pelaku usaha juga harus memperhitungkan seluruh biaya yang muncul dalam rantai distribusi hingga barang sampai ke negara tujuan.
Ia menilai sektor logistik masih menjadi salah satu tantangan utama bagi dunia usaha di Kaltim. Selain jarak distribusi yang cukup panjang, eksportir juga harus menghadapi fluktuasi biaya pengangkutan yang dipengaruhi kondisi ekonomi global.
Karena itu, Hasrun berharap adanya upaya untuk meningkatkan efisiensi logistik agar pelaku usaha dapat memanfaatkan momentum pelemahan rupiah secara optimal tanpa terbebani lonjakan biaya operasional.
“Kalau biaya logistik bisa ditekan, maka peluang dari ekspor akan semakin besar dirasakan oleh pelaku usaha daerah,” tutupnya.
Editor: Erwin
Minggu, 14/06/2026
Sekretaris DPD GPEI Kaltim, Hasrun Jaya. (Foto: Istimewa)
TERPOPULER