Jumat, 05/06/2026
Jumat, 05/06/2026
Ilustrasi pengiriman batu bara yang melintas di Sungai Mahakam (web).
Jumat, 05/06/2026

Ilustrasi pengiriman batu bara yang melintas di Sungai Mahakam (web).
Penulis : M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Kinerja ekspor Kalimantan Timur menunjukkan tren positif pada April 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur mencatat nilai ekspor mencapai 1,774 Miliar Dollar AS atau naik 16,86 persen dibandingkan Maret 2026 yang sebesar 1,518 Miliar Dollar AS.
Kepala BPS Kalimantan Timur Mas’ud Rifai mengatakan, peningkatan tersebut terutama ditopang oleh kenaikan ekspor nonmigas yang tumbuh 19,15 persen secara bulanan. Sebaliknya, ekspor migas mengalami penurunan 11,42 persen akibat tidak adanya pengapalan gas alam pada April 2026.
Nilai ekspor nonmigas pada April 2026 mencapai 1,673 Miliar Dollar AS, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 1,404 Miliar Dollar AS. Kenaikan sektor nonmigas berhasil mengimbangi pelemahan ekspor migas sehingga mendorong pertumbuhan ekspor Kaltim secara keseluruhan.
Berdasarkan kelompok komoditas, lonjakan ekspor terbesar berasal dari bahan bakar mineral yang naik 182,10 juta Dollar AS atau 17,40 persen dibandingkan Maret 2026. Komoditas ini masih didominasi batu bara yang menjadi tulang punggung ekspor Kaltim.
Selain itu, ekspor lemak dan minyak hewani maupun nabati yang mayoritas berasal dari produk kelapa sawit dan turunannya juga meningkat signifikan sebesar 99,11 juta Dollar AS atau 65,24 persen. Kenaikan tersebut mencerminkan masih kuatnya permintaan pasar internasional terhadap komoditas unggulan Kaltim.
“Peningkatan ekspor April 2026 terutama didorong oleh naiknya ekspor nonmigas, khususnya bahan bakar mineral dan produk sawit yang masih menjadi komoditas andalan di pasar ekspor,” ujar Rifai.
Di sisi lain, tidak semua komoditas mencatatkan kinerja positif. Ekspor berbagai produk kimia mengalami penurunan terdalam, yakni sebesar 31,41 juta Dollar AS atau 34,76 persen. Sementara ekspor pupuk juga turun 13,90 juta Dollar AS atau 28,88 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Penurunan ekspor migas terutama dipicu berhentinya ekspor gas alam pada April 2026. Pada Maret 2026, komoditas tersebut masih menyumbang nilai ekspor sebesar 68,09 juta Dollar AS. Akibatnya, total ekspor migas turun menjadi 101 juta Dollar AS pada April.
Dari sisi negara tujuan, peningkatan ekspor Kaltim turut ditopang oleh naiknya permintaan dari sejumlah negara mitra dagang utama. Filipina mencatat kenaikan impor dari Kaltim sebesar 79,89 juta Dollar AS atau 69,48 persen. India meningkat 60,83 juta Dollar AS atau 30,27 persen, sedangkan Taiwan naik 39,59 juta Dollar AS atau 67,99 persen.
Secara kumulatif Januari hingga April 2026, Tiongkok masih menjadi tujuan utama ekspor Kaltim dengan nilai mencapai 2,038 Miliar Dollar AS atau berkontribusi 34,03 persen terhadap total ekspor nonmigas. Posisi berikutnya ditempati India sebesar 848,69 juta Dollar AS dan Filipina sebesar 564,67 juta Dollar AS.
Meski ekspor April menunjukkan peningkatan, Mas’ud mengingatkan bahwa secara kumulatif empat bulan pertama 2026 nilai ekspor Kaltim masih tercatat 6,550 Miliar Dollar AS atau turun 2,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kondisi ini menunjukkan pemulihan perdagangan luar negeri masih menghadapi tantangan, terutama dari fluktuasi permintaan global dan kinerja sejumlah komoditas utama.
Struktur ekspor Kaltim masih didominasi sektor pertambangan. Selama Januari–April 2026, hasil tambang menyumbang 68,24 persen dari total ekspor daerah, disusul hasil industri sebesar 23,12 persen dan migas sebesar 8,55 persen.
Editor: Aspian Nur
Jumat, 05/06/2026
Ilustrasi pengiriman batu bara yang melintas di Sungai Mahakam (web).
TERPOPULER