Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah menyiapkan anggaran sebesar Rp2 miliar untuk pembangunan rumah relokasi di kawasan KM 28, Desa Batuah.
Bencana longsor yang terjadi pada 15 Mei 2025 lalu mengakibatkan 21 unit rumah warga terdampak, dengan sembilan rumah mengalami kerusakan total hingga tidak lagi layak dihuni.
Sekretaris RT 25 Loa Janan, Rahman, mengatakan para korban selama ini hidup dalam ketidakpastian sembari menunggu realisasi bantuan relokasi dari pemerintah. Dengan adanya alokasi anggaran tersebut, harapan warga untuk kembali memiliki tempat tinggal yang aman mulai menemukan titik terang.
“Warga korban longsor ini mengungsi ke tempat yang lebih aman menumpang di rumah keluarga. Sebagiannya ada yang pindah di Jalan Hasanudin berdekatan dengan lokasi longsor,” kata Rahman, Kamis (4/6/2026).
Rahman mengaku, sering melakukan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk menagih kepastian relokasi dengan harapan proyek pembangunan hunian baru ini bisa segera terealisasi agar warga yang menjadi korban bisa kembali hidup dengan tenang dan aman.
Sementara, Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kukar, M Aidil, meminta warga untuk sedikit bersabar. Saat ini, proyek senilai Rp2 miliar tersebut sedang melengkapi tahapan administrasi Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).
“Di 2026 ini kita sudah usulkan untuk rencana pembangunan rumah warga yang terkena longsor itu,” ungkapnya.
Pemkab Kukar menjamin hunian yang dibangun nantinya akan berstatus layak huni untuk meringankan beban para korban.
“Untuk jumlah unit bangunannya masih kami pastikan, yang pastinya anggaran dengan nilai Rp2 miliar kita alokasikan,” pungkasnya.
Editor: Erwin