Melemahnya daya beli masyarakat akibat kondisi ekonomi diduga menjadi salah satu faktor utama lesunya aktivitas transaksi di pasar tersebut.
“Saat ini sepi tak seperti tahun sebelumnya. Mungkin ekonomi masyarakat lagi kurang,” kata salah seorang Pedagang Ikan, Andi, Jumat (29/5/2026).
Kondisi tersebut, diperkirakan masih akan berlangsung meski aktivitas pasar telah kembali normal usai libur Hari Raya Iduladha.
Ia mengeluhkan penurunan omzet terjadi di tengah harga komoditas ikan yang relatif stabil. Bahkan, sebelum Iduladha 1447 Hijriah, dirinya sengaja menambah stok ikan untuk mengantisipasi kelangkaan sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen. Saat ini, jenis ikan yang paling banyak diburu masyarakat antara lain ikan mas, ikan layang, dan lele.
Selain faktor melemahnya kondisi ekonomi, pedagang juga menghadapi tantangan lain berupa keberadaan pasar tumpah di kawasan Tangga Arung Square yang dinilai turut menyedot pelanggan dari pasar induk.
“Para pembeli lebih banyak yang memilih beli di pinggir jalan. Kalau di sini kan harus masuk dan bayar parkir juga,” ujarnya.
Andi berharap adanya tindakan nyata dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan mendesak agar segera melakukan penataan dan menertibkan para pedagang di luar area untuk dipusatkan ke dalam bangunan Pasar Mangkurawang.
“Langka seperti ini dapat menciptakan iklim persaingan dagang yang sehat, pendapatan merata, tata kota Tenggarong dapat terjaga rapi dan bersih,” tutupnya.
Editor: Erwin