Hal itu disampaikan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri saat salat Iduladha Rabu (27/5/2026) pagi tadi.
Gema takbir, tahmid dan tahlil yang berkumandang pada Hari Raya Iduladha menjadi simbol rasa syukur umat Islam atas nikmat dan karunia Allah SWT sekaligus momentum memperkuat nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan.
“Iduladha memiliki makna mendalam dalam dua dimensi sekaligus, yakni dimensi keagamaan dan sosial. Selain meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, momentum ini juga mengajarkan pentingnya solidaritas dan kepedulian terhadap sesama,” kata Aulia.
Terkait pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 yang diikuti lebih dari 1,5 juta jemaah dari berbagai negara, termasuk 221 ribu jemaah Indonesia Aulia menyebut ibadah haji dan kurban merupakan bentuk totalitas pengabdian seorang hamba kepada Allah SWT melalui pengorbanan harta, waktu, dan tenaga.
“Berkurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi memiliki makna pengorbanan yang sangat mendalam, melampaui keterikatan material demi pengabdian yang lebih tinggi kepada Allah SWT,” katanya.
Penting menurutnya menjaga semangat persaudaraan dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat. Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan prinsip Ukhuwwah Islamiyah dan Ukhuwwah Wathaniyah sebagai landasan dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.
Selain pesan keagamaan, Bupati juga menyampaikan arah pembangunan Kabupaten Kukar dibawah kepemimpinannya bersama Wakil Bupati H Rendi Solihin melalui visi besar “Kukar Idaman Terbaik”.
Pemkab Kukar berkomitmen meningkatkan efektivitas pelayanan publik hingga ke pelosok desa melalui penguatan tata kelola birokrasi yang adaptif, akuntabel, dan berbasis kebutuhan masyarakat.
Satu diantara langkah konkret yang terus dikembangkan adalah Program Pelayanan Publik Cerdas yang memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas layanan data dan perizinan hingga tingkat kecamatan dan desa.
Di sektor infrastruktur, pemerintah daerah juga fokus pada pemerataan pembangunan berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, konektivitas antarwilayah, serta pemenuhan layanan dasar masyarakat seperti penyediaan air bersih.
“Kami menyadari keberhasilan pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi dan dukungan seluruh masyarakat Kutai Kartanegara agar program-program pembangunan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan,” tegasnya.
Nantinya pemkab akan terus diperkuat melalui akselerasi 17 Program Dedikasi “Kukar Idaman Terbaik” yang dirancang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Editor: Aspian Nur