Kamis, 01/05/2025
Kamis, 01/05/2025
Pelabuhan Batu Dinding Mahakam Ulu. (Foto: Humas Dishub Mahulu)
Kamis, 01/05/2025

Pelabuhan Batu Dinding Mahakam Ulu. (Foto: Humas Dishub Mahulu)
Penulis: Julika Hengin
KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG — Harapan besar ditumpukan Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Pemkab Mahulu) terhadap pengembangan Pelabuhan Batu Dinding di Kampung Long Melaham, Kecamatan Long Bagun.
Lokasinya yang strategis dinilai sangat potensial untuk dikembangkan sebagai pusat aktivitas perhubungan sekaligus ekonomi baru di wilayah perbatasan tersebut.
“Kalau pengunjung masuk ke Mahulu, baik lewat darat maupun sungai, mereka akan langsung berhadapan dengan jembatan dan dermaga Batu Dinding. Tempatnya sangat pas,” kata Wakil Bupati Mahulu Yohanes Avun kepada Korankaltim.com.
Yohanes mengusulkan agar kawasan pelabuhan ini disiapkan dengan perencanaan yang matang melalui penyusunan master plant.
Menurutnya, semua fasilitas perhubungan sebaiknya dipusatkan dalam satu kawasan terintegrasi. Mulai dari terminal, gudang, uji kir, hingga taman dan pusat UKM yang menunjang aktivitas masyarakat.
“Kalau sudah ada aktivitas disana pasti akan muncul warung, penjualan berbagai kebutuhan, bahkan hiburan seperti karaoke. Itu bagus menurut saya, tinggal ditata dan dimasukkan ke dalam rencana induk agar jelas arah pengembangannya,” ujar Yohanes lagi.
Yohanes juga menyoroti potensi peningkatan ekonomi lokal apabila pelabuhan difungsikan secara optimal. Selain menjadi tempat bongkar muat barang, pelabuhan ini juga akan membuka peluang kerja bagi sopir angkutan, pemilik pickup, taksi kota, hingga pedagang kecil.
“Kalau pelabuhan ini difungsikan, pasti butuh jasa angkutan ke pasar atau toko. Masyarakat yang punya kendaraan bisa ikut terlibat. Penumpang juga bisa naik taksi kota. Kita ingin ini jadi pusat pergerakan ekonomi masyarakat,” paparnya.
Sementara Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Mahulu Fransiskus Xaverius Lawing menambahkan, proses menuju pengoperasian pelabuhan tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa, terutama karena banyak aspek penting yang perlu disiapkan, baik dari regulasi bahkan koordinasi lintas pemerintahan.
“Untuk saat ini belum bisa langsung mengoperasikan pelabuhan karena ada beberapa hal yang harus dipenuhi. Ini termasuk kawasan yang masuk dalam RIPN (Rencana Induk Pelabuhan Nasional) jadi perlu koordinasi dengan pemerintah provinsi,” jelas Fransiskus.
Namun Dishub Mahulu sudah menyiapkan sistem transportasi penghubung (feeder) agar tidak terjadi kemacetan atau stagnasi logistik. Kajian trayek kendaraan saat ini sedang berlangsung, dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
“Kami ingin ada jalur-jalur trayek yang menghubungkan pelabuhan dengan kampung-kampung atau titik distribusi barang. Ini penting agar proses bongkar muat tidak terhambat,” sebutnya.
Editor: Aspian Nur
Kamis, 01/05/2025
Pelabuhan Batu Dinding Mahakam Ulu. (Foto: Humas Dishub Mahulu)
TERPOPULER