Minggu, 21/06/2026
Minggu, 21/06/2026
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulawarman (Unmul), Purwadi Purwoharsojo. (Foto: Istimewa)
Minggu, 21/06/2026

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulawarman (Unmul), Purwadi Purwoharsojo. (Foto: Istimewa)
Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Kenaikan harga Pertamax dinilai semakin memperberat tekanan terhadap masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan tetap yang saat ini harus menghadapi kenaikan berbagai kebutuhan hidup di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulawarman (Unmul), Purwadi Purwoharsojo, mengatakan daya beli masyarakat saat ini sedang mengalami tekanan. Kondisi tersebut membuat kenaikan harga bahan bakar menjadi beban tambahan yang sulit dihindari.
“Sebetulnya itu pukulan berat buat masyarakat yang daya belinya sedang turun,” ujar Purwadi, Minggu (21/6/2026).
Menurutnya, kelompok berpenghasilan tetap menjadi pihak yang paling rentan terdampak karena pendapatan mereka tidak mengalami kenaikan, sementara biaya hidup terus bertambah dari waktu ke waktu.
“Bayangkan penghasilannya tetap, tapi ada konsumsi harga-harga yang terus naik. Minyak goreng naik, BBM naik, BPJS naik, sementara ekonomi masih belum tumbuh dengan baik. Jadi pasti pukulan berat,” tegasnya.
Purwadi menjelaskan kondisi tersebut berpotensi mengubah pola konsumsi masyarakat. Ketika kemampuan membeli BBM nonsubsidi menurun, sebagian masyarakat diperkirakan akan beralih menggunakan Pertalite yang lebih murah.
Peralihan tersebut, lanjut dia, dapat menambah persoalan penyaluran BBM subsidi yang selama ini masih menghadapi tantangan ketepatan sasaran. Ia menilai masih banyak kendaraan berkapasitas mesin besar yang memanfaatkan Pertalite sehingga kuota subsidi menjadi lebih cepat terkuras.
Selain kenaikan harga BBM, masyarakat juga masih menghadapi tekanan lain berupa belum stabilnya nilai tukar rupiah dan meningkatnya harga sejumlah kebutuhan pokok. Karena itu, Purwadi berharap pemerintah dapat lebih terbuka dalam menjelaskan manfaat yang diperoleh dari kebijakan penyesuaian harga tersebut.
“Dari hasil kenaikan Pertamax itu terkumpul uang sekian, harusnya disampaikan. Misalnya dikembalikan lagi ke masyarakat dalam bentuk subsidi kesehatan, subsidi listrik, subsidi air bersih atau pembangunan jalan. Jadi masyarakat tahu manfaatnya,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Minggu, 21/06/2026
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulawarman (Unmul), Purwadi Purwoharsojo. (Foto: Istimewa)
TERPOPULER