Harapan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, saat menghadiri Aksi Bersih-Bersih Pemuda Balikpapan Bersatu Season 3 di kawasan Pantai Bandara Lama, Minggu (21/6/2026).
Kegiatan itu digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus mendukung Gerakan Indonesia Asri.
Bagus mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur masyarakat, mulai dari komunitas pemuda, relawan, hingga Dewan Pengurus Daerah Alumni Pepelingasih Indonesia Provinsi Kalimantan Timur yang menjadi penggagas kegiatan tersebut.
Menurutnya, aksi bersih-bersih lingkungan memiliki makna lebih dari sekadar kegiatan sosial. Kegiatan tersebut merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam menjawab berbagai persoalan lingkungan yang semakin kompleks, termasuk dampak perubahan iklim yang kini mulai dirasakan secara nyata.
“Fenomena cuaca ekstrem, banjir, abrasi pantai hingga ancaman terhadap ekosistem merupakan persoalan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, menjaga lingkungan tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi harus menjadi gerakan bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tantangan pengelolaan lingkungan di Balikpapan semakin besar seiring pertumbuhan penduduk dan pesatnya pembangunan kota. Sebagai daerah penyangga sekaligus pintu gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN), Balikpapan dituntut mampu menjaga kualitas lingkungannya secara berkelanjutan.
Salah satu persoalan yang masih menjadi perhatian adalah keberadaan sampah plastik yang mencemari kawasan pesisir, sungai, dan laut. Karena itu, masyarakat didorong membangun kebiasaan hidup ramah lingkungan melalui pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pemilahan sampah dari rumah tangga, serta dukungan terhadap program pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bagus menilai generasi muda memiliki peran penting dalam memperkuat budaya peduli lingkungan. Menurutnya, pemuda tidak hanya menjadi penerus pembangunan, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan sosial yang mendorong masyarakat lebih peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.
“Pemuda hari ini bukan hanya pewaris masa depan, tetapi juga pelopor perubahan. Kota yang bersih dan sehat tidak lahir dari banyaknya petugas kebersihan, melainkan dari tingginya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungannya,” katanya.
Pemerintah Kota Balikpapan berharap semangat yang ditunjukkan Pemuda Balikpapan Bersatu dapat menginspirasi lebih banyak warga untuk terlibat dalam berbagai aksi pelestarian lingkungan. Dengan gotong royong dan kepedulian bersama, upaya menjaga kebersihan kota diharapkan menjadi budaya yang terus tumbuh di tengah masyarakat.
“Balikpapan yang bersih adalah cerminan masyarakat yang peduli. Dari langkah kecil yang dilakukan bersama, lahir perubahan besar untuk masa depan kota yang lebih baik,” pungkasnya.
Editor: Erwin