Jumat, 12/11/2021

Ada 50 Efek Bahaya Ancam Pengguna Media Sosial, Instagram Luncurkan Fitur Baru Take A Break

Jumat, 12/11/2021

ilustrasi (Foto: Istimewa)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Ada 50 Efek Bahaya Ancam Pengguna Media Sosial, Instagram Luncurkan Fitur Baru Take A Break

Jumat, 12/11/2021

logo

ilustrasi (Foto: Istimewa)

KORANKALTIM.COM – Para ilmuwan Eropa mengingatkan kepada mereka yang kecanduan media sosial akan bahaya yang mengancam dan ternyata tidak hanya pada kesehatan mental.

Ada 50 efek berbahaya mengancam mereka yang kesehariannya mengakrabi Facebook, Instagram dan Twitter dari hasil studi yang dilakukan sepanjang tahun 2021 ini.

Akademisi dari University of Technology Sydney, Australia meninjau lebih dari 50 artikel penelitian yang diterbitkan antara tahun 2003 dan 2018.

Pada tahun 2003, media sosial masih dalam masa pertumbuhan dan Facebook mulai popular, bersaing dengan  MySpace yang juga didirikan pada tahun 2003 tersebut.

Diantara 46 efek berbahaya dari media sosial yang ditemukan adalah pelanggaran privasi, penipuan, kepanikan, konflik dengan orang lain, dan peningkatan selera untuk mengambil resiko finansial.

Secara keseluruhan, masalah media sosial berkisar dari masalah kesehatan fisik dan mental hingga dampak negatif pada pekerjaan dan kinerja akademik, serta masalah keamanan dan privasi.

Terkait dengan hal ini,  Instagram pun sedang menguji fitur baru yang memberikan pengingat kepada pengguna media sosial mereka kalau sudah terlalu lama menghabiskan waktu di media social berisi foto dan video tersebut.

Fitur itu disebut Take a Break yang memungkinkan pengguna untuk memilih menerima pengingat untuk berhenti menggunakan Instagram.

Bos Instagram Adam Mosseri mengatakan, itu diluncurkan untuk pengguna tertentu sebagai ujian untuk menghentikan kecanduan terhadap media sosial dikaitkan dengan efek berbahaya pada kesehatan mental.

Take a Break memungkinkan pengguna memilih untuk menerima perintah untuk berhenti menggunakan aplikasi berbagi foto – setiap 10, 20 atau 30 menit.

Take a Break baru akan diluncurkan dalam satu atau dua bulan mendatang. Saat nantinya Take a Break alias Saatnya Beristirahat diluncurkan secara penuh, setidaknya fitur ini bisa mengurangi pengguna terhadap kecanduan Instagram.

"Apa yang mulai kami uji minggu ini di Instagram adalah satu diantara yang secara pribadi sangat saya sukai," kata Adam Mosseri menguraikan Take a Break dalam sebuah video yang diposting ke akun Twitter-nya dilansir dari laman Dailymail.co.uk Jumat (12/11/2021) hari ini.

“Disebut Take a Break karena bisa melakukan apa yang Anda pikirkan. Jika Anda ikut serta, itu mendorong Anda untuk beristirahat dari Instagram setelah Anda menghabiskan waktu tertentu di aplikasi sekitar 10, 20, 30 menit,” paparnya.

Take a Break hadir dalam bentuk prompt yang ditampilkan di feed pengguna, bukan pop-up yang mengambil alih seluruh layar.

Prompt itu akan mengatakan “Mau istirahat? Istirahat teratur dapat membantu Anda mengatur ulang. Sekarang Anda dapat mengaktifkan pengingat untuk beristirahat saat Anda merasa masuk akal,”.

Pengguna Instagram memiliki kesempatan untuk mengetuk 'Aktifkan' atau 'Tidak sekarang'. Jika mereka memilih 'Aktifkan', mereka dapat memilih untuk mendapatkan pengingat untuk istirahat selama 10, 20 atau 30 menit.

Instagram kemudian menawarkan saran bermanfaat kepada pengguna tentang apa yang dapat mereka lakukan saat memilih untuk break atau rehat sejenak. Saran yang diberikan itu antara lain “ambil napas dalam-dalam”, “dengarkan lagu favorit Anda” dan “lakukan sesuatu di daftar tugas Anda”.

Instagram, yang dimiliki oleh raksasa media sosial Meta (sebelumnya Facebook), baru-baru ini menghadapi pengawasan ketat karena memikat penggunanya untuk menghabiskan banyak waktu.

Algoritma aplikasi Instagram dapat mengidentifikasi jenis konten yang paling banyak digunakan pengguna, dan kemudian meningkatkan jenis konten tertentu agar mereka tetap ketagihan.

Bulan lalu, whistleblower Facebook Frances Haugen mengatakan Instagram mungkin tidak pernah aman untuk anak berusia 14 tahun, setelah penelitian raksasa teknologi itu melihat anak-anak berubah menjadi pecandu aplikasi.

Mantan karyawan Instagram itu mengatakan Facebook tahu Instagram berbahaya bagi kaum muda tetapi membiarkan dengan alasan pengguna muda adalah masa depan platform dan semakin dini mereka mendapatkannya, semakin besar kemungkinan mereka akan ketagihan.

Editor: Aspian Nur

Ada 50 Efek Bahaya Ancam Pengguna Media Sosial, Instagram Luncurkan Fitur Baru Take A Break

Jumat, 12/11/2021

ilustrasi (Foto: Istimewa)

Share

Berita Terkait