Rabu, 16/03/2022
Rabu, 16/03/2022
Andriy Shevchenko, sedih melihat penderitaan warga Ukraina yang diserang bom Rusia sejak empat pekan lalu. (Foto: thesun)
Rabu, 16/03/2022

Andriy Shevchenko, sedih melihat penderitaan warga Ukraina yang diserang bom Rusia sejak empat pekan lalu. (Foto: thesun)
KORANKALTIM.COM – Menyadari banyak orang di negaranya memerlukan bantuan sejak diserang Rusia, mantan pemain timnas Ukraina Andriy Shevchenko tak ragu untuk membantu. Caranya, Sheva menampung pengungsi anak-anak asal Ukraina ke rumahnya di London dan membantu 150 warga lainnya pindah ke Inggris.
Mantan pemain dan manajer timnas Ukraina juga pencetak gol terbanyak sepanjang masa negaranya itu berusaha memenuhi janjinya untuk mendukung krisis pengungsi di Ukraina.
Sheva, mantan pemain Dinamo Kiev, AC Milan, Chelsea dan terakhir jadi manajer klub Serie A Genoa mengatakan hal itu saat diwawancarai media.
“Perang sangat kejam dan sulit melihat bagaimana kota-kota dihancurkan, orang-orang sekarat. Saya ayah dari empat anak dan bagi saya untuk melihat gambar anak-anak sekarat, bom terjadi di rumah sakit anak, saya tidak tahan. Saya tidak berpikir ada orang di dunia ini yang bisa bertahan untuk itu,” papar pria berusia 45 tahun itu kepada ITV Rabu (16/3/2022) hari ini.
Rusia terus melakukan serangan militer atas perintah Presiden Vladimir Putin, yang telah menelan korban massal saat invasi memasuki pecan keempat.
Jutaan orang terpaksa meninggalkan rumah mereka di Ukraina dan lebih dari 3 juta pengungsi telah meninggalkan negara asal mereka untuk mencari keselamatan dan keamanan.
PBB menggambarkan situasi saat ini sebagai krisis pengungsi terbesar di Eropa sejak Perang Dunia Kedua.
Pemerintah Inggris telah meluncurkan kampanye 'Rumah untuk Ukraina' yang dimaksudkan untuk memberi insentif dan mendorong penduduk untuk memulangkan pengungsi jika memungkinkan – dengan lebih dari 90 ribu penginapan disiapkan dalam skema itu.
Sheva yang mencetak 22 gol dalam 77 penampilan untuk Chelsea, kini telah mengkonfirmasi dia sekarang telah memutuskan bagaimana dia dapat membantu secara pribadi.
“Saya mencoba untuk mendukung negara saya, saya mencoba untuk meningkatkan perhatian, saya mencoba untuk berbicara tentang apa yang sebenarnya terjadi, saya mencoba untuk menyentuh hati orang-orang dan kemudian untuk memahami keadaan. Tentu saja, saya mencoba menggalang bantuan kemanusiaan dan membantu negara saya, rakyat saya, para pengungsi,” paparnya.
“Saya sedang menunggu aturan dari pemerintah dan sekarang sudah cukup jelas, saya bekerja dengan duta besar Ukraina disini dan saya memiliki beberapa teman yang ingin membantu dan kami akan membawa 150 pengungsi ke London dan menempatkan mereka di daerah yang berbeda dan membawa beberapa anak juga ke rumah saya,” sebut Sheva lagi.
“Saya tidak berpikir ada tempat di Ukraina di mana Anda merasa aman sekarang. Aku tidak percaya ini, terkadang ini seperti mimpi buruk. Saya baru saja bangun dan berkata pada diri sendiri "itu akan kembali ke situasi normal" tetapi saya tahu itu tidak akan pernah terjadi. Saya tahu kita harus menghadapi situasi ini dan kami harus menemukan cara untuk membawa perdamaian di negara saya,” sebutnya dengan nada sedih.
Shevchenko berbicara untuk pertama kalinya sejak Inggris menjatuhkan sanksi kepada Roman Abramovich, yang semua asetnya termasuk klub Chelsea FC, dibekukan. Pemain yang berposisi sebagai striker itu berbicara singkat tentang situasi di bekas klubnya.
"Itu momen yang sangat sulit bagi saya. Saat ini saya tidak memikirkan sepak bola. Kepala saya, seluruh perhatian saya adalah untuk membantu negara saya, tetapi saya tahu situasinya dan ini adalah momen yang sangat sulit bagi para penggemar Chelsea, bagi klub. Saya pikir Anda tidak bisa membatalkan sejarah Chelsea. Fans harus kuat dan mendukung klub,” tegas Sheva.
Editor: Aspian Nur
Rabu, 16/03/2022
Andriy Shevchenko, sedih melihat penderitaan warga Ukraina yang diserang bom Rusia sejak empat pekan lalu. (Foto: thesun)
TERPOPULER